Kumparan Logo

Bahlil Jamin Kontrak Ekspor LNG Tak Dialihkan untuk Domestik hingga Tahun 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan kontrak ekspor gas alam cair (liquified natural gas/LNG) yang diteken sepanjang tahun 2026 dan 2027 tidak akan tiba-tiba dialihkan untuk pasokan domestik.

Fenomena peralihan ekspor atau market swap LNG untuk memenuhi kekurangan pasokan domestik sempat terjadi pada tahun 2025 lalu. Saat itu, pemerintah mengalihkan hingga 60 kargo yang sudah berkontrak dengan pembeli internasional.

"Kontrak kita tentang gas tahun ini clear ya, LNG clear ya yang kontrak kita dengan untuk ekspor. Memang di 2025 saya harus minta maaf karena waktu itu terjadi kelebihan permintaan domestik 60 kargo, jadi sebagiannya kita melakukan penyesuaian," ungkap Bahlil saat Forek Hulu Migas 2026, Rabu (28/10).

Bahlil meminta SKK Migas mengkaji kembali pemenuhan kebutuhan LNG nasional. Dia menjamin bahwa kondisi serupa tidak akan terjadi lagi setidaknya hingga tahun 2027 mendatang.

"Tapi 2026 ini semuanya kita jalankan, di 2027 pun, saya sudah perintahkan kepada SKK Migas untuk exercise agar menjaga offtaker dan market yang sudah dilakukan tanda tangan kerja sama dengan pihak luar negeri supaya semuanya bisa berjalan," tegasnya.

Bahlil menegaskan, jika nantinya ada permasalahan yang muncul dari sisi kebutuhan LNG tersebut, dia meminta agar bisa diselesaikan dengan baik-baik.

"Jadi insyaallah semuanya berjalan jadi, enggak ada masalah. Jadi enggak usah ada keragu-raguan. Kalau ada masalah, kita bicarakan baik-baik. Jangan bicara di luar yang enggak pas. Kita selesaikan lah secara adat dan secara aturan yang kita sama-sama sepakati," tandasnya.

Sebelumnya, SKK Migas mencatat total alokasi gas alam cair atau LNG untuk kebutuhan industri domestik dan ekspor sebanyak 120 kargo untuk periode Januari-Juni 2026.

"LNG Januari-Juni sudah aman. Jumlahnya kalau untuk sampai dengan Juni sekitar 120 kargo," ungkap Djoko saat ditemui di Blok Rokan, dikutip pada Rabu (24/12).

Djoko mengatakan pasokan itu juga untuk mengantisipasi gangguan pada penyaluran gas pipa, baik itu karena pasokan dari hulu yang mengalami penurunan, maupun kendala infrastruktur yang kerap terjadi.

Salah satunya terjadi pada infrastruktur pipa migas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara imbas bencana banjir dan longsor. Djoko menyebutkan, rusaknya pipa tersebut menyebabkan penurunan lifting, terutama minyak bumi, di penghujung tahun 2025.