BPS Catat Neraca Dagang RI Surplus USD 3,36 miliar di September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 kembali mencatat surplus. Sepanjang September 2026, neraca perdagangan surplus USD 3,36 miliar.
“Pada September 2026 neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar USD 3,36 miliar,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor Pusat BPS, Senin (2/10).
Ekspor
Ateng menjelaskan nilai ekspor Indonesia pada periode September 2026 tercatat senilai USD 27,59 miliar atau naik 11,87 persen dibandingkan September 2025 sebesar USD 24,66 miliar.
Nilai ekspor nonmigas pada September 2026 mencapai USD 26,64 miliar atau naik 12,39 persen dibanding September 2025 yang senilai USD 23,70 miliar. Sementara nilai ekspor migas selama September 2026 tercatat USD 0,95 miliar, turun 0,99 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat USD 0,96 miliar.
Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari-September 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,58 persen secara tahunan. Pada Januari-September 2025, total ekspor tercatat sebesar USD 209,55 miliar, sementara pada Januari-September 2026 tercatat USD 221,23 miliar.
“Total nilai ekspor sepanjang Januari-September 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh industri pengolahan sebesar 7,15 persen,” kata dia.
Impor
Ateng mengungkapkan, total nilai impor mengalami kenaikan. Nilai impor Indonesia pada September 2026 mencapai USD 24,23 miliar atau naik 18,41 persen dibanding September 2025 yang tercatat USD 20,47 miliar.
Nilai impor nonmigas selama September 2026 tercatat USD 20,96 miliar, naik 17,59 persen dibanding September 2025 sebesar USD 17,83 miliar. Sementara impor migas pada September 2026 senilai USD 3,27 miliar, naik 23,94 persen dibanding September 2025 yang tercatat USD 2,64 miliar.
Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-September 2026 mengalami kenaikan sebesar 19,67 persen secara tahunan. Pada Januari-September 2026, impor tercatat sebesar USD 210,63 miliar, sementara pada Januari-September 2025 nilai impor tercatat USD 176,01 miliar.
