Kumparan Logo

Hutama Karya Raup Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2018, Naik 105 Persen

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PT. Hutama Karya (HK) Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PT. Hutama Karya (HK) Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan laba bersih Rp 2,2 triliun di tahun 2018, meningkat 105 persen dibandingkan pencapaian di tahun 2017 yang sebesar Rp 1,07 triliun.

Di tahun 2016, pendapatan Hutama Karya (HK) hanya sebesar Rp 8,82 triliun, sedangkan di 2018 meningkat 200 persen menjadi Rp 26,54 triliun (unaudited). Tahun ini, pendapatan perseroan diproyeksi mencapai Rp 34,32 triliun, atau naik 29,3 persen dibandingkan 2018.

Adapun total nilai aset HK per akhir 2018 mencapai Rp 68,95 triliun atau meningkat 190,5 persen dibandingkan 2016 yang hanya Rp 23,73 triliun. Tahun ini, nilai aset diproyeksi tembus Rp 101,1 triliun atau meningkat 46,6 persen dibandingkan 2018.

“Penugasan JTTS (Jalan Tol Trans Sumatera) berdampak positif pada kinerja HK. Selama 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pendapatan HK mencapai 43 persen, pertumbuhan laba bersih 73 persen, dan pertumbuhan aset 76 persen,” kata Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/3).

embed from external kumparan

Dia menambahkan, saat ini HK bersama Kementerian Keuangan dan lembaga keuangan juga tengah mengembangkan berbagai skema pembiayaan inovatif untuk melanjutkan pembangunan Tol Trans Sumatera.

Pemerintah telah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang jumlahnya hingga 2019 menjadi sebesar Rp 16,1 triliun. Selain itu, pemerintah telah memberikan penjaminan atas pinjaman HK senilai Rp 54,9 triliun.

“Dengan demikian, HK bisa mendapatkan pembiayaan yang kompetitif dengan tenor yang lebih panjang sesuai nature project,” tuturnya.

Selain PMN dan penjaminan, pemerintah juga memberikan dukungan konstruksi. Dukungan konstruksi untuk ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (80 km) senilai Rp 8,37 triliun dan Kuala Tanjung-Tb Tinggi-Parapat (50 km) senilai Rp 7,74 triliun.

Di sisi lain, pemerintah memberikan dukungan aset berupa sekuritisasi aset Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) S dan monetisasi aset Tol Akses Tanjung Priok.