Inflasi 2022 Tertinggi Selama 8 Tahun, Ini Komoditas Pendorongnya

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi selama tahun lalu mencapai 5,51 persen year on year (yoy). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi selama 2021 yang sebesar 1,87 persen (yoy).
Berdasarkan catatan BPS, laju inflasi tahunan 2022 merupakan tertinggi dalam delapan tahun terakhir atau sejak 2014, yang mencatat inflasi 8,36 persen (yoy).
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, komponen transportasi mencatatkan inflasi 15,26 persen dan memiliki andil 1,84 persen ke inflasi 2022. Komponen ini menjadi yang tertinggi menyumbang inflasi selama tahun lalu.
"Pada Desember 2022 terjadi inflasi sebesar 0,66 persen secara mtm atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 112,85 pada November 2022 menjadi 113,59 pada Desember 2022," ujar Margo saat konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/1).
Selanjutnya, komponen makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi 5,83 persen dan memiliki andil ke inflasi 2022 mencapai 1,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi selama 2022, antara lain beras, telur ayam ras, ikan segar, tomat, bawang merah, tahu mentah, rokok putih, rokok kretek filter, tarif air minum PAM.
Komponen yang menyumbang inflasi selanjutnya adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencatat inflasi 3,78 persen dan memiliki andil 0,74 persen ke inflasi 2022.
