Kumparan Logo

Komoditas Bergejolak, Sri Mulyani Targetkan Pendapatan Negara Rp 2.463 T di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan pendapatan negara di angka Rp 2.463 triliun tahun depan. Ia menyampaikan angka tersebut sudah disesuaikan dengan situasi global.

Menkeu menyebutkan target tersebut dirancang dengan fokus pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi dan ketidakstabilan ekonomi global. Hal ini disampaikan usai menghadiri Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 di Istana Negara, Kamis (1/12) yang dibuka Presiden Jokowi.

Ini adalah sebuah target yang mencerminkan kehati-hatian di dalam mengantisipasi, pertama ketidakpastian dari harga-harga komoditas," katanya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan pemerintah akan melakukan berbagai reformasi perpajakan dan pelaksanaan undang-undang harmonisasi peraturan perpajakan untuk memperkuat pondasi perpajakan yang adil dan efektif.

Menkeu menjelaskan, APBN 2023 dirancang untuk agar optimisme perekonomian nasional dan pemulihan ekonomi terjaga. Namun, pemerintah harus menyiapkan dana dalam rangka kewaspadaan merespons gejolak global pada tahun depan. Ia menyebutkan prioritas pemerintah pada APBN 2023 terletak pada belanja untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

“Belanja negara pada tahun 2023 ditetapkan sebesar 3.061,2 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat 2.246,5 triliun rupiah dan transfer ke daerah sebesar 814,7 triliun,” ungkapnya.

Sri Mulyani menegaskan, belanja yang baik mampu mendorong tercapainya target pembangunan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata sinergi belanja antara pusat dan daerah menjadi sangat penting.

Pemerintah berupaya untuk membuat langkah penganggaran tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan angka defisit di angka 2,84 persen di tahun 2023.

"APBN 2023 dirancang dengan defisit 2,84 persen dari PDB yang mencerminkan langkah penyehatan keuangan negara dan konsolidasi fiskal yang kredibel hati-hati dan tepat waktu. kenaikan suku bunga global dan guncangan finansial Global serta volatilitas nilai tukar dan arus modal keluar harus kita sikapi," ujarnya.