Kumparan Logo

Krisis Menerjang, Saatnya Kebijakan Ekonomi Diformat Ulang

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret kemiskinan di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Potret kemiskinan di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kondisi ekonomi Indonesia kini tengah terpuruk akibat pandemi COVID-19. Untuk memulihkan perekonomian negara, pemerintah dinilai harus memiliki langkah terobosan. Ekonom senior sekaligus pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan untuk memulihkan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas dan berkelanjutan bukan perkara mudah. Diperlukan terobosan dan bahkan bantuan UU baru untuk mewujudkan kebijakan yang reformatif.

“Pemerintah harus melihat urgensinya, harus ada langkah politik terobosan. Ini kesempatan pemerintah memformat ulang kebijakan ekonomi jangka panjangnya. Saat ini semua negara sedang mengalami krisis ekonomi. IMF menamai krisis saat ini sebagai Great Lockdown, belum pernah dilihat di dunia sebelumnya,” ungkap Hendri dalam diskusi virtual BRIEFER.id, Jumat (21/8).

Hendri menuturkan, resesi dan krisis ekonomi kini menjadi perhatian seluruh negara. Bahkan beberapa negara sudah terkonfirmasi masuk ke jurang resesi akibat terdampak pandemi COVID-19. Beberapa negara yang sudah jatuh ke dalam resesi yakni Amerika Serikat (AS), Jerman, Korea Selatan, Hong Kong. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat pada kuartal I 2020 masih berada di posisi 2,97 persen tetapi di kuartal II 2020 minus 5,32 persen.

Ilustrasi Pengangguran Foto: Pixabay

Menurut Hendri, pertumbuhan ekonomi negatif ini disebabkan karena semua mesin ekonomi tidak bergerak. Pandemi Corona membuat banyak sektor terhenti karena sejumlah negara menerapkan lockdown.

Untuk itu Hendri mengatakan, justru ini saatnya pemerintah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun 2020-2045 termasuk rencana pembangunan dalam memanfaatkan era bonus demografi 2020-2030.

“RPJP Indonesia Emas 2045 ini dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, keluar dari level medioker yang berkualitas. Inklusif sehingga memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi semua masyarakat dan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hendri menilai untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi, berkualitas dan berkelanjutan, RPJP Indonesia Emas harus menggunakan pendekatan baru yakni people and natural resources based development strategy. Yaitu memanfaatkan semua sumber daya baik SDA alam dan budaya serta SDM dengan kebijakan yang cerdas dan strategis.

kumparan post embed

“Pendekatan dan strategi negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan dan negara lainnya yang melakukan lompatan ekonomi di saat era bonus demografi tidak bisa di-copy, karena kondisi masyarakat, infrastruktur pendukung dan lingkungan alam kita berbeda,” jelasnya.

Saat ini, katanya, Indonesia harus melihat potensi di dalam negerinya. Jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pendidikan relatif rendah, kekayaan alam yang masih melimpah serta kemajuan dan penetrasi internet yang relatif tinggi, adalah faktor-faktor yang menjadi unggulan Indonesia.

“Untuk itu dibutuhkan strategi dengan pendekatan baru agar ekonomi tumbuh tinggi di berbagai wilayah yang diikuti peningkatan pendapatan masyarakat secara luas,” tutup Hendri.