Kumparan Logo

Jangan Buru-buru Khawatir, Bintik Hitam Bisa Muncul pada Susu Bubuk karena Proses Ini

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi susu bubuk. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi susu bubuk. Foto: Thinkstock

Dalam industri pangan, proses pengolahan susu bubuk melibatkan teknologi yang dirancang untuk menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan kandungan nutrisinya.

Meski prosesnya terkontrol, tahapan ini dapat memengaruhi karakteristik produk, termasuk memunculkan partikel berwarna lebih gelap.

Bagaimana fenomena ini terjadi dan apa kaitannya dengan kualitas serta keamanan susu bubuk?

Mengenal Proses di Balik Susu Bubuk

Menanggapi fenomena ini, Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc akademisi bidang teknologi pangan dari IPB University, menjelaskan bahwa pembuatan susu bubuk melibatkan serangkaian tahapan yang terkontrol, mulai dari pencampuran bahan, pemanasan, hingga pengeringan. Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah spray drying atau pengeringan semprot.

“Melalui teknologi spray drying, susu cair diubah menjadi bubuk dengan memanfaatkan udara panas dalam waktu singkat. Menariknya, penguapan air membantu menjaga suhu partikel susu tetap lebih rendah dibandingkan suhu udara pengering, sehingga paparan panas terhadap komponen gizinya relatif ringan,” jelas Prof. Azis.

Meski demikian, sebagian kecil partikel susu dapat menempel pada permukaan alat pengering dan terpapar panas lebih lama dibandingkan partikel lainnya. Hal ini dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kecokelatan atau kehitaman yang dikenal sebagai scorched particles.

Fakta dibalik Bintik Hitam Pada Susu Bubuk

Ilustrasi susu bubuk. Foto: Shutterstock

Fenomena scorched particles sebenarnya dapat dianalogikan seperti kerak tipis di dasar panci saat memasak susu atau pinggiran roti yang berubah kecokelatan akibat paparan panas. Artinya, partikel tersebut berasal dari susu itu sendiri dan tidak selalu menunjukkan adanya kontaminasi.

“Perubahan warna pada partikel susu ini berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula susu dan protein akibat paparan panas. Reaksi ini umum terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna serta karakteristik produk, tanpa selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar,” ungkap Prof. Azis.

Berdasarkan metode pengujian yang dirujuk oleh American Dairy Products Institute (ADPI), keberadaan scorched particles terutama berkaitan dengan aspek mutu tampilan dan tidak dengan sendirinya dianggap sebagai bahaya keamanan pangan.

Meski demikian, setiap bintik gelap tetap perlu diidentifikasi untuk memastikan bahwa partikel tersebut bukan benda asing atau tanda perubahan produk yang tidak normal.

Jangan Langsung Panik, Ini yang Perlu Diperhatikan

Meski tidak semua bintik gelap menandakan masalah keamanan pangan, tetap perlu memperhatikan kondisi susu.

“Jika ditemukan bintik yang keras atau dalam jumlah tidak wajar, perubahan aroma, maupun penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya produk tidak diberikan terlebih dahulu. Pastikan juga kemasan dalam kondisi baik dan susu disimpan sesuai petunjuk untuk menjaga kualitasnya,” tambah Prof. Azis.

Selain itu, pastikan kemasan dalam kondisi belum melewati tanggal kedaluwarsa dan disimpan sesuai petunjuk. Jika masih ragu, dapat menyimpan kemasan, mencatat nomor produksi, serta menghubungi produsen atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Pada akhirnya, memahami proses pembuatan susu bubuk dapat membantu orang tua lebih bijak dalam mengenali perubahan tampilan produk. Dengan informasi yang tepat, kekhawatiran pun dapat diimbangi dengan langkah yang lebih terukur demi menjaga kualitas nutrisi anak.