Ghost in the Cell Raih Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

Film horor Indonesia Ghost in the Cell karya rumah produksi Come and See Pictures dan disutradarai Joko Anwar meraih penghargaan di Sitges Film Festival 2026. Tak main-main, Ghost In The Cell berhasil mendapatkan dua penghargaan di festival tersebut.
“Ghost in the Cell memenangkan 2 penghargaan di Sitges Film Festival 2026, yaitu Best Director dan Carnet Jove Jury Award,” ujar Joko Anwar melalui postingannya di akun Instagramnya seperti dikutip kumparan, Minggu (18/10).
Bagi Joko, raihan ini jelas menjadi capaian istimewa. Mengingat festival film itu, menurut Joko, terbilang besar dan prestisius.
“Sitges International Fantastic Film Festival of Catalonia adalah festival film genre tertua di dunia (diadakan pertama kali tahun 1968) dan salah satu festival terbesar dan paling prestisius dan merupakan 'qualifying festival for the Academy Awards!'” ungkap Joko Anwar.
Sebagai seorang sutradara Joko pun merasa tersanjung dirinya bisa meraih penghargaan yang sama seperti yang pernah diraih oleh Park Chan-wook melalui film No Other Choice pada 2025 lalu.
“Pemenang Best Director di Sitges tahun 2025 adalah Park Chan-wook untuk film 'No Other Choice!'” kata Joko Anwar.
Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbaru dalam perjalanan internasional film tersebut. Sebelumnya, Ghost In The Cell juga meraih penghargaan Best Picture dalam kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026, Austin, Texas, Amerika Serikat.
Fantastic Fest sendiri dikenal sebagai festival film yang berfokus pada genre seperti horor, thriller, fiksi ilmiah, dan fantasi.
Film Ghost In The Cell sendiri mengisahkan kehidupan di sebuah penjara yang dikuasai petugas korup dan diwarnai perseteruan antarkelompok narapidana. Situasi berubah ketika serangkaian pembunuhan mengerikan terjadi di dalam penjara.
Para narapidana kemudian terpaksa bersatu untuk menghadapi ancaman misterius yang tidak terlihat.
Ghost in the Cell memadukan unsur horor, komedi gelap, aksi, sekaligus kritik sosial. Ceritanya berangkat dari pengalaman dan persoalan sosial di Indonesia, tetapi kini diperkenalkan kepada penonton di berbagai negara.
Sebelum memenangkan Best Picture di Fantastic Fest dan dua penghargaan di Sitges Film Festival, film ini telah menjalani perjalanan panjang di festival internasional.
Ghost in the Cell melakukan pemutaran perdana dunia melalui program Forum di Berlin International Film Festival 2026. Di Indonesia, film tersebut telah tayang di bioskop sejak 16 April 2026.
Hingga kini, Ghost in the Cell juga telah diputar di 22 festival film internasional. Film ini diproduseri Tia Hasibuan dan diproduksi Come and See Pictures bersama Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures. Para pemainnya antara lain Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Bront Palarae, Morgan Oey, hingga Lukman Sardi.
