Kumparan Logo

Tren Edit Foto Anak Pakai AI, Orang Tua Perlu Waspadai Risiko Privasi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tren AI. Foto: kumparan/Ilustrasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tren AI. Foto: kumparan/Ilustrasi

Tren mengedit foto menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tengah ramai di media sosial. Tak sedikit orang tua yang ikut mencoba berbagai aplikasi AI untuk mengubah foto anak menjadi gambar dengan tampilan unik. Namun, sebelum mengikuti tren ini, ada risiko privasi yang perlu diperhatikan.

Foto anak yang diunggah ke aplikasi AI berpotensi disimpan atau digunakan kembali, bergantung pada kebijakan dan praktik pengelolaan data masing-masing layanan. Jika disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, foto tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk membuat gambar atau video palsu (deepfake).

Foto Anak yang Diunggah ke AI Berisiko Disalahgunakan

Menggunakan layanan AI yang sudah dikenal bukan berarti data pribadi otomatis bebas dari risiko. Ya, Moms, karena setiap layanan memiliki ketentuan berbeda mengenai penyimpanan, penggunaan, dan pemrosesan data yang diunggah pengguna.

Wakil Ketua Umum 2 Cyber Security APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), Alfons Tanujaya, mengingatkan bahwa orang tua perlu memperhatikan kebijakan pengelolaan data pada layanan AI yang digunakan.

“Layanan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Anthropic, sudah memiliki standar pengelolaan data. Namun, itu tidak menjamin data yang diunggah tidak digunakan untuk melatih AI, karena hal tersebut bergantung pada ketentuan layanannya,” ujar Alfons pada kumparanMOM, Kamis (29/10).

Oleh karena itu, orang tua perlu membaca kebijakan privasi dan ketentuan penggunaan sebelum mengunggah foto anak. Perhatikan pula apakah foto yang diunggah dapat digunakan untuk melatih model AI, berapa lama data disimpan, serta apakah tersedia pilihan untuk mengatur penggunaan data tersebut.

Tips Aman Mengedit Foto Anak Pakai AI

Agar tetap bisa mengikuti tren tanpa mengabaikan privasi anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua:

  • Pilih layanan yang jelas. Pastikan pengelola aplikasi dan kebijakan privasinya dapat diketahui.

  • Periksa ketentuan penggunaan data. Cari tahu bagaimana foto diproses, disimpan, dan apakah dapat digunakan untuk melatih AI.

  • Hindari aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya. Jangan sembarangan mengunggah foto anak ke layanan yang tidak memberikan informasi memadai tentang pengelolaan data.

  • Pertimbangkan pemrosesan lokal. Jika tersedia, pilih aplikasi yang memproses foto langsung di perangkat tanpa perlu mengunggahnya ke server.

"Tren edit foto menggunakan AI memang menarik untuk dicoba. Namun, sebelum mengunggah foto anak, orang tua perlu mempertimbangkan risiko privasi dan memahami bagaimana data tersebut akan digunakan. Sebab, menjaga privasi anak juga merupakan bagian dari melindunginya di dunia digital," tutupnya.