Cerita Perjuangan Bupati Karawang Sembuh dari Corona dan Upaya Menekan Penularan

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Foto: Instagram/@cellicanurrachadiana
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Foto: Instagram/@cellicanurrachadiana

Pandemi virus corona masih belum menunjukkan tanda akan mereda. Tak hanya masyarakat biasa dan tenaga kesehatan, virus ini pun menginfeksi pejabat, termasuk Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Sempat tertular pada 26 Maret lalu, Cellica dinyatakan sembuh pada 14 April 2020.

Saat dinyatakan positif corona, Cellica sempat kaget. Namun ia mencoba menghadapinya dengan tenang dan langsung menjalani isolasi selama 20 hari untuk mencegah meluasnya penularan.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Foto: Instagram/@cellicanurrachadiana

Menurut Cellica, infeksi corona pada dirinya merupakan bagian dari klaster penularan di Karawang. Ia pun merasa bertanggung jawab dengan kondisi ini.

"Jadi selama 20 hari saya langsung berkoordinasi di dalam pun dengan dinas kesehatan dan para muspida karena saya merasa bertanggung jawab karena itu adalah awal mula di Kabupaten Karawang, klaster pertama di klaster HIPMI," cerita Cellica dalam diskusi di Graha BNPB Jakarta, Senin (21/12).

"Pada saat itu acara HIPMI Jawa Barat dan di gelombang pertama sudah ada 7 orang yang terkonfirmasi positif artinya saya pada saat itu meyakini bahwa dari 7 itu berkembang berkembang berkembang total 40 orang," imbuhnya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Foto: Instagram/@cellicanurrachadiana

Saat terinfeksi, Cellica mengaku tak merasakan gejala cukup berat. Menurutnya, saat itu hanya merasakan sakit kepala dan linu di sekujur badannya.

"Pada saat itu jujur sebenarnya tidak bergejala jadi gejala saya itu hanya sakit seluruh tubuh saya, termasuk sakit kepala yang belum pernah sempat saya rasakan. Alhamdulillah selama ini sehat ya belum pernah saya sakit kepala seperti itu disertai badan yang memang linu-linu sekujur tubuh," ucap Cellica.

Tak ingin hal serupa turut dirasakan masyarakat Karawang, usai sembuh, Cellica langsung bergerak cepat menanggulangi pandemi corona, dengan menetapkan lokasi rumah sakit rujukan di Karawang.

"Pada saat itu kita memang harus mempersiapkan semuanya yang pertama adalah fasilitas kesehatan, kebetulan ada 3 rumah sakit, satu rumah sakit pemerintah, dua rumah sakit swasta yang memang baru saja jadi belum diresmikan," ungkap Cellica.

Rapid test virus corona,, Foto: Dok. Istimewa

Ia memutuskan pelayanan kesehatan bagi pasien COVID-19 tidak dicampur dengan pasien lainnya, dengan maksud agar penularan corona tak makin meluas.

"Kami langsung keluarkan kebijakan bahwa faskes itu kami gunakan untuk merawat pasien pasien yang terkonfirmasi positif ini tidak boleh buka untuk umum dulu sementara karena enggak mungkin kita mencampuradukkan antara penyakit yang umum dengan penyakit COVID-19 yang pada saat itu kita juga masih belajar dalam proses pembelajaran itu yang pertama," terang dia.

Berikutnya, Cellica turut menjamin keselamatan seluruh tenaga kesehatan di Karawang dengan menyediakan alat pelindung diri lengkap.

"Kami jamin mereka untuk mendapatkan semua bentuk fasilitas seperti hazmat, APD, masker N95 ya, dan pokoknya semua termasuk juga mereka itu kan swab sedikit sulit jadi kita rapid setiap 1 minggu sekali," kata Cellica.

Tenaga medis penanganan corona. Foto: Dok. Ciputra

Aturan ketat itu, menurut Cellica, cukup berhasil menekan angka penularan corona di Karawang. Terlebih setelah ada kebijakan isolasi harus dilakukan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan yang disediakan.

"Dan memang pada saat itu kebijakan kami pemerintah daerah tidak ada yang boleh melakukan isolasi mandiri di rumah, jadi di semua fasilitas kesehatan, jadi kami ambil atau kami bagaimana pemulihan mereka itu dilakukan di fasilitas kesehatan," tutupnya.

Infografik Paket Combo Cegah Penularan COVID-19. Foto: kumparan
kumparan post embed