Firli Bahuri Bantah Bikin Daftar Pegawai KPK Diwaspadai: Apa Kepentingan Saya?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua KPK Firli Bahuri pada konferensi pers penahanan Wali Kota Tanjung Balai H.M Syahrial oleh KPK, Sabtu (24/4). Foto: Humas KPK
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPK Firli Bahuri pada konferensi pers penahanan Wali Kota Tanjung Balai H.M Syahrial oleh KPK, Sabtu (24/4). Foto: Humas KPK

Ketua KPK Komjen Firli Bahuri membantah pernah membuat daftar nama-nama pegawai yang diwaspadai sebelum Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dilakukan. List itu disebut berisi beberapa nama yang saat ini dinyatakan tidak lulus TWK, yang merupakan syarat alih status menjadi ASN.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Firli saat ditanyai wartawan di DPR RI usai dia menghadiri rapat pembahasan anggaran KPK dengan Komisi III.

kumparan post embed

"Enggak ada kaitannya, enggak ada kaitannya. Orang lulus tidak lulus itu karena dia sendiri," kata Firli saat ditanyai mengenai list tersebut, Kamis (3/6).

Firli kemudian menyatakan bahwa tes sudah berjalan. Dan hasilnya sudah didapatkan. Diketahui hasil tes itu menunjukkan bahwa 75 pegawai tidak lulus. 51 di antaranya sudah dicap merah dan disebut tidak bisa lagi dibina.

Perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK berfoto bersama usai audiensi dengan Komisioner Komnas HAM di Jakarta, Senin (24/5). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Dengan nada meninggi, Firli menanyakan apa kepentingan dia untuk mendaftar nama-nama tersebut. Ia pun membantah telah melakukannya.

"Apa kepentingan saya membuat list orang?" tanya Firli.

"Ya silakan informasi anda, tapi yang pasti pimpinan KPK dan seluruh pegawai KPK memiliki hak yang sama untuk mengikuti seleksi tes wawasan kebangsaan, hasilnya seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa setidaknya diduga ada 30 nama list yang dibuat oleh Firli sebelum TWK berlangsung. Informasi itu disampaikan oleh salah satu penyelidik KPK yang masuk daftar 75 pegawai tidak lulus TWK.

Penyelidik tersebut mengaku mendapatkan informasi itu dari salah satu pimpinan KPK. Ia pun mengaku heran, apa alasan Firli membuat list nama tersebut.