Gerombolan Monyet Masuk ke Area Perumahan Warga di Depok, Curi Buah dan Makanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Monyet masuk ke area perumahan warga RT10/3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Monyet masuk ke area perumahan warga RT10/3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Gerombolan monyet yang masuk ke perumahan RT 10/3, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok, mulai meresahkan warga. Biasanya, monyet itu datang saat sore hari. Jumlahnya bisa 30 hingga 50 ekor.

Ketua RT10/3, Sudrajat Suciono, mengatakan kawanan monyet yang masuk ke rumah warga ini sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Mereka masuk ke pekarangan rumah warga untuk mengambil buah dan makanan.

"Jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 50 ekor, biasanya datang saat pagi atau sore," ujar Sudrajat, Minggu (15/8).

Monyet masuk ke area perumahan warga RT10/3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Ia menduga hewan itu berasal dari Bumi Perkemahan Cibubur. Atas kedatangan monyet itu, pernah ada warga yang terluka.

"Warga yang takut menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah monyet masuk, namun dampaknya ruangan rumah menjadi pengap karena sedikitnya sirkulasi udara," ungkapnya.

Selain itu, gerombolan hewan itu juga kerap merusak tanaman. Bahkan pakaian kotor milik warga pun menjadi perhatian monyet.

Monyet masuk ke area perumahan warga RT10/3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

"Sebelumnya kejadian ini sudah saya sampaikan ke Damkar Kota Depok, namun penanganan satwa liar seperti monyet, kewenangannya di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat wilayah Bogor," jelasnya.

Akan tetapi, Sudrajat mengaku laporan warga itu belum ditanggapi oleh BBKSDA.

"Kami ingin segera ditangani karena warga sudah resah, entah mau ditangkap, dibasmi, atau dipindahkan ke habitatnya yang benar," pinta Sudrajat.

embed from external kumparan