Heboh Api Muncul dari Dalam Tanah di Bantul, Berikut Penjelasan BPBD

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Api disertai kepulan asap dan bau sangit muncul dari tanah di lahan belakang rumah warga bernama Samsiyah di Padukuhan Muntuk, Dlingo, Bantul, selama sepekan terakhir. Foto: Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Api disertai kepulan asap dan bau sangit muncul dari tanah di lahan belakang rumah warga bernama Samsiyah di Padukuhan Muntuk, Dlingo, Bantul, selama sepekan terakhir. Foto: Panji/kumparan

Warga RT 01 Padukuhan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dihebohkan dengan kemunculan api dari dalam tanah yang disertai kepulan asap dan bau sangit.

Fenomena tersebut terjadi di lahan bekas pembuangan sampah di belakang rumah warga selama sepekan terakhir.

Pemilik rumah, Samsiyah, mengatakan api dan asap pertama kali terlihat saat dirinya sedang menyapu pada pagi hari. Asap tampak menyembur dari dalam tanah dengan jumlah cukup banyak.

"Awalnya tuh saya pagi, bangun pagi to. Nyapu di bawah sana to. Api sama itu (asap) menyembur nek dari dalem. Lah terus di atas itu asap itu banyak banget," kata Samsiyah saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/10/2026).

Samsiyah mengatakan, asap yang keluar terasa panas. Ia sempat menyiram titik kemunculan api dengan air, tetapi asap kembali muncul.

"Satu minggu itu. Nggak (api tidak terus-terusan), tapi asap. Apinya pagi itu aja seperti bara," katanya.

Warga RT 01 Padukuhan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul dihebohkan dengan kemunculan api dari dalam tanah yang menimbulkan kepulan asap dan bau sangit. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Bau sangit dari asap tersebut juga cukup mengganggu. Samsiyah khawatir terhadap dampaknya jika fenomena itu terus berlangsung.

"Ya bikin batuk. Khawatirnya ke depannya. Terus tak posting ke Facebook (peristiwa ini)," ujarnya.

Bekas Tumpukan Sampah Tiga Tahun Lalu

Samsiyah menjelaskan, titik kemunculan api dan asap tersebut merupakan bekas lokasi pembuangan sampah sekitar tiga tahun lalu. Sampah yang dibuang di lokasi itu terdiri dari berbagai jenis.

"Dulu-dulunya itu tiga tahun yang lalu. Sudah lama sekali jadinya ya sampah atau apa campur-campur," katanya.

Ia memastikan tidak ada warga yang sengaja membakar sampah di lokasi tersebut.

"Nggak ada yang ngobong (bakar) sampah di situ," ujarnya.

Samsiyah mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kemunculan api. Ia menduga kondisi cuaca panas dan kemarau mungkin berpengaruh, tetapi menurutnya fenomena serupa tidak pernah terjadi saat kemarau sebelumnya.

"Di sini nggak pernah hujan. Panas sekali. Kipas angin satu aja nggak cukup," pungkasnya.

BPBD Bantul Pantau Lokasi Selama Sepekan

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mendatangi lokasi pada Kamis (22/10). Ia mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kemunculan api tersebut dari petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Rabu malam (21/10).

Setelah mengecek langsung ke lokasi, petugas mendapati bahwa titik kemunculan api berada di bekas tempat pembuangan sampah yang sudah tidak digunakan selama sekitar tiga tahun.

"Jadi kami dapat informasi memang tadi malam dari teman kami Pusdalop, ada api yang memang kita lihat apa ini kita kan memang takut-takutnya di sini apakah ada sumber-sumber energi di dalam tanah ternyata setelah kita lihat ini awalnya memang tempat pembuangan sampah yang sudah kurang lebih tiga tahun," kata Antoni saat ditemui di lokasi.

Antoni mengatakan, di sekitar titik tersebut ditemukan botol plastik dan berbagai jenis sampah lainnya. Berdasarkan pemeriksaan awal, ia menilai kemunculan api kemungkinan berkaitan dengan sampah yang ada di lokasi, bukan karena sumber energi dari dalam tanah.

"Ada kemungkinan, ada yang nggak sadar mungkin membakar gitu," katanya.

BPBD Bantul akan memantau lokasi tersebut selama sepekan ke depan. Petugas juga meminta warga segera melapor jika kembali melihat asap atau api muncul dari dalam tanah.

"Nanti kalau ada ngebul-ngebul harus segera lapor lah. Kenyataan di lapangan ini karena memang kayaknya sampah. Bukan karena adanya sumber daya energi di dalam tanah," ujarnya.

Terkait kemungkinan cuaca panas dan kemarau berkepanjangan menjadi faktor pemicu, Antoni mengatakan kondisi tersebut bisa berpengaruh. Namun, ia menegaskan kemunculan api tetap perlu ditelusuri untuk mengetahui sumber pemicunya.

"Saya kira karena memang sampah yang sudah sampai lama, mungkin panas juga kan lembab juga tapi pasti ada pemicunya. Ya itu ada mungkin enggak sadar mungkin di sini ada yang bakar atau apa," ujarnya.

Dekat Septic Tank

Selain bekas tumpukan sampah, terdapat septic tank di dekat titik kemunculan api. BPBD Bantul juga akan memantau kondisi di sekitar lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lain.

"Makanya kita sama-sama kita pantau dulu pergerakannya gimana. Kalau nggak ada sampai berapa hari berarti ya aman," pungkasnya.