KAI 'Bersihkan' Kawasan Kampung Bahari, Sudah Angkut 58 Gerbong Material

Penataan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih berlanjut setelah penertiban oleh kepolisian bersama pemerintah daerah. Hingga Jumat (6/11), sebanyak 58 gerbong material hasil pembersihan bangunan kosong dan area sekitar jalur kereta api telah diangkut menuju Stasiun Tanjung Priok.
Pembersihan dilakukan sejak Senin (2/11) dengan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, kepolisian, TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Satpol PP, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kegiatan bersih lintas tersebut merupakan tindak lanjut penertiban kawasan yang sebelumnya dilakukan kepolisian bersama pemerintah daerah.
"Setelah dilakukan penertiban oleh kepolisian bersama pemerintah daerah, kami melanjutkan penataan melalui kegiatan bersih lintas secara bersama-sama. Pembersihan diprioritaskan pada bangunan yang sudah tidak berpenghuni serta material di sekitar jalur rel yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api," ujar Franoto, Jumat (6/11).
Franoto menjelaskan, pembersihan difokuskan pada bangunan yang sudah ditinggalkan penghuninya serta material di sepanjang sisi kanan dan kiri jalur rel. Langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar kawasan.
Berdasarkan pendataan sementara, luas aset KAI di Kampung Bahari mencapai sekitar 47.537 meter persegi. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan di area perkeretaapian.
Pengangkutan material berlangsung dalam beberapa tahap. Pada 2 November, petugas mengangkut lima gerbong material. Jumlah itu bertambah 20 gerbong pada 4 November dan 24 gerbong pada 5 November. Sebanyak sembilan gerbong material kembali diangkut hingga totalnya mencapai 58 gerbong.
Material tersebut diangkut menggunakan kereta api menuju emplasemen Stasiun Tanjung Priok. Selanjutnya, material dipindahkan ke truk yang disiapkan Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk dibawa keluar dari kawasan stasiun.
Franoto mengatakan penataan kawasan Kampung Bahari, khususnya area A1 hingga A11 atau Kampung Muara Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, akan terus berlanjut hingga selesai.
Kegiatan bersih lintas masih berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas, kelancaran perjalanan kereta api, serta pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar.
"Sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam penataan kawasan Kampung Bahari. Melalui kegiatan bersih lintas yang terus berlangsung, kami berharap lingkungan di sekitar jalur kereta api semakin tertib dan aman, sehingga keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat dapat terus terjaga," ungkap Franoto.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara dan sejumlah pemangku kepentingan untuk menata Kampung Bahari agar tidak kembali menjadi tempat peredaran narkoba.
Penataan tersebut menyusul penggerebekan narkoba yang dilakukan polisi di kawasan itu pada Minggu (1/11). Menurut Dadang, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui operasi kepolisian, tetapi juga harus diikuti pembenahan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.
“Ke depan, saya sudah berbicara dengan Pak Wali supaya pemerintah, dua-duanya melakukan penataan. Ya penataan yang baik. Penataan yang baik, lingkungan sosial ditata, masyarakatnya ditata, dibangun, ketahanan sosialnya terhadap pengaruh narkoba. Itu yang paling penting,” kata Dadang usai penggerebekan di Kampung Bahari.
