Massa Demo Bakar Wisma MPR di Seberang DPRD Jabar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa aksi membakar Mess MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi membakar Mess MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Massa mahasiswa dan driver ojek online (ojol) masih bertahan di depan DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8). Pukul 17.00 WIB, massa membakar Wisma MPR yang berada di depan DPRD Jabar.

"Itu Wisma MPR (yang terbakar)," kata salah satu sekuriti di lokasi.

Api dan asap hitam terlihat membubung tinggi. Hampir seluruh gedung terbakar.

"Massa berteriak 'bakar, bakar".

Seorang pegawai Mess MPR RI berlari keluar ruangan yang terbakar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Selain itu, massa juga masih mencoba menjebol pagar DPRD dengan kayu. Mereka juga membakar pembatas jalan di depan DPRD.

Suara petasan terus bersautan.

Polisi masih bertahan di depan DPRD. Sebelumnya tembakan gas air mata sempat dilepaskan untuk membuat massa mundur.

Massa membakar Wisma MPR yang berada di depan DPRD Jabar. dok Linda Lestari/kumparan

Massa berdemo untuk mengkritik soal tunjangan DPR, mereka juga mendesak agar kasus kematian Affan Kurniawan (21) diusut tuntas.

Affan merupakan pengemudi ojol yang tewas terlindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya, saat demo berujung ricuh di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8).

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah. "Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).

Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.