Massa Sopir Truk Demo di Dishub Jatim Tolak Larangan ODOL, Lalu Lintas Macet

Massa sopir truk menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Surabaya pada Selasa (22/2).
Demonstrasi ini dilakukan untuk menuntut dicabutnya kebijakan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang baru diresmikan oleh Dishub Jawa Timur.
Para pengemudi truk meminta dishub untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut bagi pengemudi truk terutama tipe truk ODOL atau tipe panjang.
"Dikaji lagi, berikan kami sosialisasi yang jelas, ukuran dimensinya bagaimana, pendapatan kami bagaimana." kata koordinator aksi, Faleri, saat diwawancarai.
"Intinya adalah kami pro terhadap pemerintah, tapi jangan hanya memberi aturan, berikan juga kami solusinya," tambah Faleri.
Faleri menjelaskan perkiraan massa yang mengikuti aksi demo tersebut 1.000 lebih unit truk.
Saat aksi, para pengemudi memarkirkan truk mereka di sepanjang Jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya. Akibatnya, lalu lintas macet panjang.
Mengantisipasi kemacetan tersebut, polisi mengalihkan arus lalu lintas kendaraan umum ke Jalan Ahmad Yani di bagian tengah. Polisi juga memotong jalan arah demonstrasi truk dengan truk kepolisian serta barisan motor polisi yang berjaga.
Aksi demonstrasi tersebut sudah dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Pergerakan demonstrasi dilakukan para sopir ke kantor Dishub Jatim.
Rencananya, aksiĀ demonstrasi akan dilakukan di tiga titik yaitu Dishub, BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat), dan kantor Gubernur.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan muatan barang lebih atau yang dikenal ODOL untuk kendaraan sejak Agustus 2018.
Akibat aturan baru itu, banyak dari pengemudi truk ini yang terkena razia dan ditindak oleh petugas di lapangan.
Kementerian Perhubungan bahkan bekerja sama dengan Direktorat Penegak Hukum Korlantas Polri menggelar operasi truk ODOL di sejumlah pada Februari 2022 ini.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan operasi tersebut dikarenakan masih sering terjadi kecelakaan yang melibatkan truk ODOL.
Reporter: Gabriel Jhon
