Melihat Kelurahan Legian yang Kebanjiran: Dulu Persawahan, Kini Jadi Permukiman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, diterjang banjir pada Senin (6/12). Kawasan Jalan Dewi Sri bahkan terisolasi.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, mengatakan dulunya kawasan ini merupakan persawahan dan daerah serapan air. Legian memiliki sungai bernama Tukad Mati sepanjang 1,2 kilometer.

Namun beberapa tahun lalu, Pemkab Badung melakukan alih fungsi lahan di Legian menjadi permukiman warga atau Land Consolidation (LC). Pantauan kumparan, kawasan ini disulap menjadi kawasan wisata yang memiliki vila hingga angkringan.

"Ini sebenarnya dulu adalah sawah. Ketika terjadi LC, maka di sini dijadikan perumahan. Maka di sini (area permukaan tanah) agak sedikit lebih pendek dan ini merupakan daerah serapan air," kata Prasta saat memantau banjir di Jalan Sri Dewi, Legian.

kumparan post embed

Ia mengatakan, banjir disebabkan air dari luapan Tukad Mati (Sungai Mati) akibat hujan deras, daya serap air yang kurang, ditambah air pasang laut naik.

Namun, ia telah menyiapkan rencana untuk mencegah banjir kembali terjadi. Pemkab Badung akan mengeruk Sungai Mati secara berkelanjutan untuk mencegah banjir. Mereka juga akan mengkaji pembersihan dan menambah drainase.

Kondisi banjir yang menggenangi wilayah Legian, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Prasta mengatakan Pemkab Badung menganggarkan Rp 500 juta untuk mengeruk Tukad Mati secara berkala. Program ini rencananya berjalan mulai 2022.

“Tentu kondisi ini harus kita atensi bersama dan harus dilakukan langkah konkret dengan pengerukan untuk menghilangkan sedimentasi endapan itu," kata Prasta.

"Termasuk di laut dengan melakukan normalisasi sehingga alur air laut dengan air dari sungai ini nyambung dan tidak melakukan reklamasi,” tutup dia.

Kondisi banjir yang menggenangi wilayah Legian, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan