Seorang Anak di Jakarta Utara Lahir Tanpa Alat Kelamin

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Penis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penis. Foto: Shutterstock

Anak dua tahun itu terlihat asyik bermain di atas replika sepeda motor. Ia sibuk mengendarai mainan tersebut ke setiap sudut rumahnya dengan ceria. Tidak terlihat ia mengalami kelainan di tubuhnya.

Anak itu adalah AG. Ia terlahir tanpa alat kelamin. Tidak hanya itu, ia juga memiliki 11 jari tangan.

Ditemui kumparan di rumah kontrakannya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Dewi Yulianti, ibu AG, bercerita bahwa dari saat di kandungan, jenis kelamin anak keduanya itu tidak diketahui. Dokter yang melakukan USG kepada Yulianti tidak mengungkapkan apa pun terkait kondisi anak tersebut.

"Pas lahir saya kaget. Kata bidannya, ini cowok atau cewek?" cerita Yulianti, Kamis (25/11).

"Di situ pada stres semua. Bingung jenis kelaminnya apa," tambah Yulianti.

Dewi Yulianti, ibunda AG, tetap mencoba tersenyum di tengah kekhawatiran terhadap kondisi anaknya. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Keheranan itu disebabkan AG tidak memiliki batang kelamin layaknya anak laki-laki. Tetapi ada kantong zakar di bagian selangkangannya. Atas dasar itu bidan maupun orang tuanya meyakini anak tersebut laki-laki.

Yulianti menjelaskan anaknya masih bisa buang air kecil lewat lubang kecil yang ada di bawah buah zakarnya. Semula lubang itu tertutup benjolan yang dikira bisul, hingga akhirnya meletus dan menyisakan lubang kecil sebagai saluran kemih.

"Dia buang air kecil sama kayak kita perempuan karena ada dua lubang, jadi satu lubang itu buat pipis," kata Yulianti.

Khawatir atas kondisi anaknya, Yulianti akhirnya melapor ke Puskesmas Cilincing. Dari sana ia dirujuk ke RSUD hingga akhirnya diarahkan untuk memeriksakan anaknya itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk cek kromosom.

"Saya udah cek kromosom dan benar laki-laki. Kromosomnya XY," kata Yulianti.

Hipospadia

Dalam berkas hasil pemeriksaan kromosom yang ditunjukkan kepada kumparan, terlihat hasil tes menunjukkan tidak ada kelainan kromosom. Sementara di bagian catatan ditulis hipospadia.

Hipospadia merupakan kelainan yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) bayi laki-laki terlihat tidak normal.

Pada bulan Maret 2021, isu hipospadia menjadi pembicaraan publik setelah seorang mantan atlet voli nasional, Aprilia Manganang, disebut mengidap hipospadia. Aprilia kemudian dioperasi di RSPAD atas bantuan KSAD Jenderal Andika Perkasa--saat ini Panglima TNI.

Aprilia yang sebelumnya disebut perempuan, menjadi lelaki seutuhnya setelah menjalani operasi.

kumparan post embed

Operasi 2-3 Tahun Lagi

Yulianti mengaku dokter saat itu tidak menjelaskan secara rinci keadaan anaknya. Ia hanya diarahkan untuk melakukan operasi.

Namun, operasi tidak langsung ia jalani. Sebab ia belum tahu prosedurnya, begitu juga dengan biayanya.

"Cuma dikasih tahu harus nunggu 2 sampai 3 tahun, tunggu dia besar," kata Yulianti.

Yulianti berencana membawa anaknya kembali ke rumah sakit usai Lebaran tahun depan. Istri dari nelayan bernama Haryanto itu berharap AG sudah bisa dioperasi dan memiliki kelamin seperti layaknya anak laki-laki lain.

"Harapannya biar bisa dioperasi secepatnya, biar bisa normal lagi kayak anak lainnya biar nggak diejek gitu, kasihan," kata Yulianti.