News
·
16 Juli 2021 21:33
·
waktu baca 2 menit

Suasana Masjidil Haram Saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah

Konten ini diproduksi oleh kumparan

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Suasana di sekitar Ka'bah pada Jumat (16/7/2021) siang. Foto: Makkah Region

Hari ini ada fenomena penting bagi umat Islam: Matahari tepat di atas Ka’bah. Peristiwa alam ini penting sebab menjadi dasar umat Islam mengkalibrasi kembali arah atau kiblat salat yang benar.

ADVERTISEMENT

Kiblat salat umat Islam di mana pun berada menuju ke arah Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Arah kiblat ini sesuai dengan perintah Allah SWT di dalam Al-Quran. Adapun Ka’bah menurut kepercayaan Islam dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Pada zaman dahulu, sebelum ditemukan kompas dan teknologi GPS, penentuan arah kiblat dilakukan menggunakan cahaya Matahari atau yang dikenal dengan Rashdul Qiblah. Semua dilakukan untuk menyempurnakan ibadah salat.

Show more

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, waktu puncak Matahari tepat berada di atas Ka’bah terjadi pada pukul 12.27 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 16.27 WIB atau pukul 17.27 WITA atau pukul 18.27 WIT, Jumat (16/7/2021).

Lalu bagaimana suasana Masjidil Haram, tempat Ka’bah berada, pada pukul 12.27 WAS, saat Matahari tepat di atas Ka’bah?

ADVERTISEMENT

Kita bisa menyaksikan suasananya lewat sejumlah kanal di YouTube yang menayangkan siaran langsung dari Masjidil Haram selama 24 jam.

Dalam tayangan tersebut, ditampilkan suasana di sekitar Ka’bah pada detik-detik pertama pukul 12.27 WAS. Pada menit yang sama, kamera beralih kepada Sheikh Abdullah Al-Juwani yang naik mimbar khatib dan mengucapkan salam. Setelah itu terdengar azan.

Begini suasananya:

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Satu menit menuju fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah pada pukul 12.27 WAS. Foto: YouTube/Makkah Live

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Suasana pukul 12.27 WAS, Jumat (16/7/2021) saat Matahari tepat di atas Ka'bah. Foto: YouTube/Makkah Live

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Sheikh Abdullah Al-Juhani naik ke atas mimbar khatib bertepatan dengan Matahari tepat di atas Ka'bah pukul 12.27 WAS. Foto: YouTube/Makkah Live

Masjidil Haram Menyambut Jemaah Haji

Adapun jemaah salat Jumat di Masjidil Haram hari ini tidak sebanyak Jumat sebelumnya.

Hal ini karena mulai hari ini pemerintah Arab Saudi menghentikan pemberian izin kepada masyarakat yang hendak salat ke sana dalam rangka persiapan menyambut musim haji 2021.

Mengutip Saudi Gazette, yang boleh memasuki Masjidil Haram mulai hari ini adalah para staf dan pekerja masjid terbesar di dunia itu.

ADVERTISEMENT

Juga, mereka yang terlibat dalam kepanitiaan haji 2021 yang mengantongi izin resmi, seperti aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan unsur lainnya.

Dalam foto yang diunggah pengurus Dua Masjid Suci, sejumlah jemaah salat Jumat siang tadi tampak beribadah di Mataf, area di dekat Ka'bah tanpa atap sehingga langsung terkena panas sinar Matahari.

Sejumlah jemaah lainnya mengambil tempat di dalam bangunan masjid. Suhu udara siang itu 41 derajat Celsius.

Begini suasananya:

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Aparat keamanan berjaga di sekitar mimbar khatib, Jumat (16/7). Foto: gph.gov.sa

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Sheikh Abdullah Al-Juhani bertindak sebagai khatib dan imam salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (16/7). Foto: gph.gov.sa

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Sebagian jemaah salat di bagian Mataf yang tidak beratap, Jumat (16/7). Foto: gph.gov.sa

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Sebagian jemaah salat di dalam bangunan masjid, Jumat (16/7). Foto: gph.gov.sa

Sebanyak 60 ribu jemaah haji akan berdatangan ke Masjidil Haram mulai Sabtu dan Minggu tanggal 17-18 Juli untuk melaksanakan tawaf qudum (tawaf kedatangan). Selanjutnya mereka melakukan prosesi ritual haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) hingga 22 Juli.

Show more