Terancam Dilengserkan, PM Inggris Liz Truss Minta Maaf dan Akan Tetap Bertahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Inggris yang baru Liz Truss berjalan di luar Jalan Downing Nomor 10, di London, Inggris, Rabu (7/9/2022). Foto: John Sibley/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Inggris yang baru Liz Truss berjalan di luar Jalan Downing Nomor 10, di London, Inggris, Rabu (7/9/2022). Foto: John Sibley/REUTERS

Perdana Menteri Inggris Liz Truss minta maaf atas kesalahan programnya yang menyebabkan kepercayaan investor menguap dan berdampak pada anjloknya peringkat Truss di voting parlemen.

Hal ini terkait penanganan Truss atas meroketnya pajak dan krisis politik yang terjadi di negara itu sejak 2016 lalu.

Permintaan maaf itu ia ungkapkan pada Senin (17/10), bertepatan pada hari program yang Truss buat dibubarkan.

“Saya ingin menerima tanggung jawab dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat,” ujar Truss, seperti dikutip dari BBC.

“Saya ingin bertindak untuk membantu orang-orang dengan tagihan energi mereka untuk menangani masalah pajak yang tinggi, tetapi kami bertindak terlalu jauh dan terlalu cepat,” jelas Truss yang belum lama menjabat ini.

Truss memecat sekutu dekatnya, Kwasi Kwarteng, dan menunjuk Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt sebagai penggantinya pada Jumat (14/10). Reshuffle ini untuk menyingkirkan sisa-sisa program pemotongan pajak yang digagas Truss pada Senin pekan ini, termasuk mengurangi skema dukungan energinya.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt. Foto: Peter Morrison/Pool via REUTERS

Sebelumnya, pada bulan lalu Truss dan Kwarteng berusaha untuk mengubah kebijakan fiskal Inggris dengan meluncurkan program pemotongan pajak yang tidak didanai sebesar GBP 45 miliar (Rp 790 triliun) untuk mengeluarkan perekonomian Inggris dari stagnasi.

Saat ditanya apakah sekarang menjadi perdana menteri hanya sebatas gelar, Truss mengatakan dia telah menunjuk Hunt karena dia tahu dia harus mengubah arah.

“Akan sangat tidak bertanggung jawab bagi saya untuk tidak bertindak demi kepentingan nasional dengan cara yang saya lakukan,” pungkas Truss. Sudah benar bahwa kami mengubah kebijakan,” jawab Truss.

Tetapi, respons dari investor obligasi terhadap hal itu sangat brutal dan akibatnya, biaya pinjaman meroket. Pemberi pinjaman menarik penawaran hipotik dan Bank of England akhirnya harus turun tangan untuk menanggulangi dana pensiun yang bangkrut.

Menteri Keuangan baru Inggris Kwasi Kwarteng, meninggalkan 10 Downing Street setelah pertemuan dengan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss di pusat kota London, Selasa (6/9/2022). Foto: ISABEL INFANTES/AFP

Terkait dampak kebijakannya itu, Truss mengaku bahwa dia memahami bahwa hal itu sangat sulit bagi masyarakat di seluruh negeri. Ia juga menegaskan akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu mereka.

Namun, paket energi dua tahunnya secara drastis dikurangi oleh Hunt dan sekarang hanya akan berlangsung hingga April.

“Yang paling rentan akan dilindungi hingga musim dingin mendatang,” tegas Truss.

“Kami sedang melihat dengan tepat bagaimana kami bisa melakukan itu,” sambung dia.

Baru Menjabat 6 Minggu, tapi Hendak Digulingkan

Truss baru menjabat sebagai perdana menteri Inggris kurang dari enam minggu. Namun, ia sudah diterpa berbagai rintangan dan diisukan akan menghadapi pemberontakan dari anggota parlemennya dalam waktu dekat.

Kabar mengenai upaya melengserkan Truss diungkap media Inggris, Daily Mail.

Menteri Luar Negeri Inggris dan kandidat kepemimpinan Konservatif Liz Truss di dekat gedung Parlemen, di London, Inggris. Foto: Toby Melville/REUTERS

Mereka menyebut 100 anggota parlemen dari partai Konservatif, yang namanya dirahasiakan, menyiapkan mosi tidak percaya kepada ketua komite Partai Konservatif Graham Brady, pada Minggu (16/10).

Para anggota parlemen terus mendesak Brady dengan dalih Truss telah kehabisan waktu memperbaiki krisis di negara tersebut.

The Times memperkuat kabar tersebut dengan menyatakan beberapa anggota parlemen telah mengadakan rapat rahasia terkait penggulingan sang Perdana Menteri.

Rencana penggulingan Truss diduga akibat kekecewaan dan ketidakpuasan anggota parlemen terhadap berbagai kebijakannya di awal masa pemerintahan.

Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Truss (tengah) tiba untuk pertemuan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) di Stockholm, Swedia, Kamis (2/12). Foto: Jonathan Nackstrand/Pool via REUTERS

Kekacauan ini juga terjadi lantaran ketidakpuasan di Partai Konservatif yang tertinggal di belakang oposisi Partai Buruh dalam voting.

Merespons hal tersebut, Brady menolak tuntutan anggota parlemen itu. Ia menilai bahwa Truss dan Hunt berhak untuk mendapatkan kesempatan, demi menetapkan strategi ekonomi dalam pembahasan anggaran pada 31 Oktober mendatang.

Hal serupa pun disuarakan secara langsung oleh Truss. Pada Senin pekan ini, ia menegaskan akan tetap memimpin Partai Konservatif hingga ke pemilihan berikutnya.

“Saya tetap bertahan karena saya terpilih untuk memberikan yang terbaik bagi negara ini,” tegas Truss. “Dan itulah yang saya bertekad untuk lakukan,” tutup dia.