Otomotif
3 Juni 2020 18:54

Penumpang Berhak Cancel, Jika Ojol Tak Penuhi Ini saat New Normal

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Menyambut fase new normal, pengendara ojek online atau ojol yang dinaungi asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia sudah menyiapkan protokol kesehatan sendiri.

Setidaknya ada dua protokol kesehatan yang digalakkan kepada pengendara nantinya. Terbaru adalah protokol basic personal hygiene yang harus dilakukan oleh si pengendara.

"Memasuki new normal, artinya ada tatanan baru dalam berkendara sebagai ojek online. Ini sifatnya imbauan, bagi driver yang tidak melakukan dikembalikan sendiri. Nanti akan terjadi hukum adat, artinya penumpang pasti akan memilih driver yang menaati imbauan itu, apabila tidak melakukan (penumpang) berhak menolak," kata Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia kepada kumparan, Selasa (2/6).

Lalu, apa saja protokol personal basic hygiene tersebut? berikut ini pemaparan Igun Wicaksono termasuk penggunaan partisi atau papan sekat yang belum lama ini viral.

1. Membawa sabun cair

Ilustrasi hand sanitizer, masker, dan sabun cuci tangan untuk dibawa saat bepergian Foto: Dok. Pegipegi

Membawa sabun cair salah satu protokol personal yang harus dibawa oleh ojek online. Igun mengatakan, membawa perlengkapan ini bisa memudahkan driver mencuci tangan di mana saja.

"Di sini kita inginkan si driver menjaga kebersihan diri, ini mendasar seperti rajin mencuci tangan. Setiap saat ketika dia selesai bawa penumpang atau tunggu orderan dia bisa cuci tangan di mana saja," jelas Igun

2. Mandi rutin 2 kali sehari

Pengemudi ojek online menunnggu orderan di kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Nah, selain membawa sabun cair, Igun mengimbau agar pengendara mandi paling tidak 2 kali dalam sehari. Usahakan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik.

"Kita minta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya juga. Sebelum dia operasional mandi dan selesai bekerja juga mandi. Tujuanya tentu jika ada kontaminasi bakteri atau virus itu bisa luntur khawatir terbawa ke keluarganya," paparnya.

3. Wajib cuci atribut

Ilustrasi ojek online. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Setelah selesai bekerja dan sampai di rumah, driver diminta untuk mencuci atribut berkendara seperti, jaket, sarung tangan, masker, dan pakaian menggunakan detergen.

"Minimal detergen, jika perlu tambahkan antiseptik. Sekarang driver ojol rata-rata punya 2 atribut bahkan 3. Harapan kita setelah selesai narik dia mulai mencuci atribut-nya. Kalau tidak bersih boleh menolak, kan nanti yang rugi ojol-nya sendiri," pungkasnya.

4. Membawa hand sanitizer

Garnier Indonesia distribusikan hand sanitizer untuk pejuang COVID-19 Foto: Garnier Indonesia

Nah, yang satu ini sudah lumrah dibawa saat pandemi corona. Driver ojol juga diminta untuk selalu sedia hand sanitizer untuk menjaga sterilisasi tangan.

5. Menjaga tampilan fisik

Pengemudi ojek daring tertidur diatas sepeda motornya tak jauh dari salah satu rumah makan akibat sepinya orderan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/4). Foto: ANTARA FOTO/Jojon

Igun tak menampik jika pengendara ojol masih ada yang abai akan kebersihan dan penampilan fisik. Padahal, katanya penampilan fisik penting sebagai citra diri.

"Ada juga driver ojol kukunya hitam panjang, rambutnya juga tidak dijaga dengan rapi dan bersih. Ini dijagalah, jangan sampai menimbulkan perspektif mentang-mentang driver ini kerja di jalan terlihat kumel itu bagi driver biasa. Kita harus rubah itu," katanya.

6. Partisi

Ilustrasi partisi atau papan sekat ojek online. Foto: dok. Istimewa

Meski tak jadi protokol kesehatan yang ada di daftar personal basic hygine. Igun mengatakan seiring berjalannya waktu, ini akan menjadi sebuah standar di saat pandemi dan memasuki era new normal.

"Ya, ini ide original dari kami untuk tetap menjaga physical distancing nanti saat new normal. Di motor kan enggak mungkin physical distancing antara driver dan penumpang, maka itu perlu adanya sebuah media," jelas dia.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

loading...

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan