Kabar Panas dan Polemik yang Coba Diatasi Fernando Alonso

kumparanSPORTverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Alonso dalam sesi latihan. (Foto: Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Alonso dalam sesi latihan. (Foto: Getty Images)

Polemik antara Fernando Alonso, McLaren, dan Honda belum juga usai. Itu setelah Alonso tak kunjung puas atas performa mesin mobil MCL32 miliknya yang disuplai Honda. Kabar panas pun tersiar: sang pebalap dikabarkan siap angkat kaki dari McLaren pada pertengahan musim 2017 ini.

***

Polemik yang menimpa Alonso, McLaren, dan Honda bukanlah hal baru dalam dunia Formula 1. Semenjak sang pebalap angkat kaki dari Ferrari menuju McLaren pada 2015, segala prahara itu dimulai. Alonso, sebagai seorang pebalap papan atas plus peraih gelar dua juara dunia, berang karena mobil yang dikendarainya mengecewakan.

Mesin Honda yang ada pada mobilnya itu tak terlalu cepat dan justru boros bahan bakar. Alonso merasa tak bisa lagi kompetitif dalam tiga musim terakhir. Bahkan justru hasil yang diraihnya terlampau buruk. Pada musim pertamanya, Alonso hanya mampu mengakhiri musim di posisi 17. Posisi terburuk sepanjang kariernya di Formula 1.

Musim berikutnya, Alonso hanya mengakhiri musim pada peringkat 10. Kali ini, kembali tak ada satu pun podium atau kemenangan yang mampu diraihnya. Pria yang sepanjang karier telah memenangi 32 balapan itu telah berubah menjadi pesakitan di dalam lintasan. Ia sudah terhitung sebagai pebalap medioker.

Musim ini, ketika mengusung semangat kebangkitan, Alonso ternyata masih saja berkutat dengan masalah yang sama. Mesin Honda dalam mobil McLaren-nya masih jauh dari kata baik. Bahkan, Alonso menilai jika mesin pada tahun ini lebih buruk jika dibandingkan tahun lalu.

Mobil Alonso yang sedang diperbaiki. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Alonso yang sedang diperbaiki. (Foto: Reuters)

Balapan pertama yakni Grand Prix Australia sudah menunjukkan hal tersebut. Alonso, gagal menyelesaikan balapan setelah mobilnya mengalami kerusakan rem. "Tim ini sangat tidak kompetitif sekarang. Tidak ada yang bisa kami lakukan dari hari ke hari," kritik Alonso seperti dilansir BBC.

"Pada saat yang sama, tim ini mengharapkan hasil yang lebih baik dari saya, seperti apa yang kami lakukan di Australia, saat kami diprediksi akan finis di urutan akhir. Jika di China mereka kembali mengatakan kami akan finis terakhir, saya berharap akan mendapatkan poin."

"Kami bekerja sangat keras selama beberapa bulan terakhir untuk memperjuangkan podium dan kemenangan. Dan, jika kami tidak bisa melakukan itu, kami perlu mengubah situasi. Kami di sini untuk menang, jadi kami perlu mengubah sesuatu," tambahnya.

Atas segala keluhan dan konsi yang tak kunjung membaik dari kubu McLaren sendiri selaku konstruktor, kabar Alonso akan hengkang pada pertengahan musim pun mencuat. Terlebih, kabar itu terlontar dari sang teman yang juga mantan pebalap F1, Mark Webber.

"Saya lebih baik berada di sini dibanding di supermarket kampung halaman saya. Jika salah satu mantan pebalap sedang diwawancarai, selalu ada pertanyaan tentang Alonso dan situasi sulitnya saat ini. Semua orang menjauh dari saya seolah saya tengah depresi. Saya tidak seperti itu," ujarnya membantah.

"Dalam karier F1 saya, saya memberikan kemampuan terbaik. Saya sudah lebih siap dari sebelumnya. Saya membalap dengan kemampuan terbaik," tegasnya.

X post embed

Alonso telah membantah. Dan ia kini tengah bersiap menatap balapan berikutnya, GP China, yang akan berlangsung pada Minggu (9/4) mendatang. Namun pria 35 tahun itu harus tahu, jika gagal menyelesaikan balapan lagi atau finis di bawah urutan 10, kabar itu akan kembali mengudara dan siap memekikkan telinganya.