Kala Masa Depan Fernando Alonso Dispekulasikan

kumparanSPORTverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Fernando Alonso jelang GP Australia 2017. (Foto: Albert Gea/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Fernando Alonso jelang GP Australia 2017. (Foto: Albert Gea/Reuters)

Baru satu seri berlangsung, tapi rumor dari lintasan jet darat sudah keluar: Fernando Alonso mungkin tak akan lama di McLaren.

Kisah bahwa Alonso adalah seorang juara dunia adalah sebuah kisah usang, sudah lama berlalu. Lewat sedekade lalu, Alonso mencuat dengan menjadi juara dunia dua kali —secara beruntun— bersama Renault. Sejak saat itu, namanya terus berada di jajaran pebalap Formula 1 papan atas.

Peruntungannya sedikit menurun ketika ia memutuskan pindah ke McLaren pada 2007, di mana ia mengalami berbagai masalah, mulai dari kasus “spionase” data Ferrari hingga ketidakpuasannya atas keinginan McLaren agar kedua pebalapnya —Alonso dan Lewis Hamilton— untuk membalap tanpa team order.

Alonso masih bisa finis di urutan ketiga klasemen pebalap tahun itu. Tapi, ia dan McLaren memutuskan untuk sepakat mengakhiri kerja sama mereka. Setelah sempat kembali ke Renault dan membalap selama dua musim untuk mereka, Alonso pindah ke Ferrari pada 2010.

Bersama The Prancing Horse, Alonso berulang kali menjadi kandidat peraih gelar juara dunia. Setidaknya ada tiga kali ia finis di posisi dua pada klasemen akhir. Namun, mencuatnya seorang pebalap muda bernama Sebastian Vettel membuat Ferrari berpaling.

Pada 2015, Alonso akhirnya kembali ke McLaren, yang statusnya sudah berubah dari tim papan atas menjadi tim medioker dengan segudang masalah pada mesin. Semestinya, perjumpaan pertama Alonso dengan McLaren menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah akur.

Jurnalis memotret mobil McLaren dengan ponsel. (Foto: REUTER/Alan Baldwin)
zoom-in-whitePerbesar
Jurnalis memotret mobil McLaren dengan ponsel. (Foto: REUTER/Alan Baldwin)

Hingga tahun ketiganya membalap untuk McLaren, Alonso masih belum mendapatkan paket mesin yang menjanjikan. Tahun ini, mesin McLaren yang dipasok oleh Honda kelihatan kalah cepat dari mesin-mesin Mercedes, Ferrari ataupun Red Bull.

Terakhir, pada GP Australia akhir pekan lalu, Alonso gagal finis setelah mobilnya mengalami masalah pada suspensi. Eks-driver Red Bull, Mark Webber, pun menilai bahwa Alonso sudah habis kesabaran terhadap timnya.

“Mungkin saja Alonso tidak akan bertahan lama dengan tim. Mungkin Stoffel (Vandoorne, pebalap McLaren lainnya, red) akan mendapatkan rekan baru,” ujar Webber seperti dilansir Eurosport.

“Saya bisa melihatnya terjadi. Alonso tidak akan menyelesaikan musim ini (bersama McLaren). Dia amat frustrasi.”

“Dia bukanlah tipikal pebalap yang mau bertarung untuk posisi enam atau tujuh. Dia tidak tertarik dengan poin-poin. Dia tertarik dengan perebutan podium,” kata Webber.

Jika memang demikian, siapa yang bisa menggantikan Alonso di McLaren? Rumor menyebutkan, ada kemungkinan Alonso bertahan untuk musim ini, tapi akan hengkang setelah musim ini selesai.

Valtteri Bottas, yang musim ini membalap untuk Mercedes tetapi hanya memiliki kontrak satu tahun, disebut-sebut akan menjadi pengganti Alonso pada 2018.