Kumparan Logo

Raih Dana Baru, GOJEK Bisa Jadi Startup Decacorn Pertama Indonesia

kumparanTECHverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan transportasi online GOJEK. Foto: Beawiharta/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan transportasi online GOJEK. Foto: Beawiharta/Reuters

GOJEK meraih pencapaian baru di awal tahun 2019. Perusahaan transportasi online asal Indonesia ini telah menerima suntikan dana baru yang dipimpin oleh Google, JD(dot)com, dan Tencent.

GOJEK tidak mengungkap nominal investasi yang diterimanya. Meski begitu, suntikan dana baru ini dikabarkan telah melambungkan nilai valuasi GOJEK nyaris ke angka 10 miliar dolar AS.

Jika hal tersebut benar, maka GOJEK berpeluang menjadi startup 'decacorn' pertama di Indonesia. Decacorn merupakan status yang diberikan untuk perusahaan yang nilai valuasinya sudah mencapai di atas 10 miliar dolar AS.

"GOJEK berawal dari ride-hailing, tapi dalam waktu singkat, kami telah menjadi pemimpin industri do berbagai layanan utama, seperti transportasi, layanan pesan antar makanan, pembayaran digital, logistik, dan layanan mitra usaha," ujar CEO dan salah satu pendiri GOJEK, Nadiem Makarim, dalam pernyataan resmi yang diterima kumparan, Jumat (1/2).

"Seiring dengan ekspansi internasional perusahaan, kami bangga dapat membawa visi kami ke lebih banyak negara di Asia Tenggara sekaligus menempatkan Indonesia pada peta dunia sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan ini."

Nadiem Makarim Foto: REUTERS/Darren Whiteside

Selain Google, JD(dot)com, dan Tencent, pendanaan yang masuk babak Seri F ini juga melibatkan beberapa investor baru, seperti Mitsubishi Corporation asal Jepang dan Provident Capital dari Singapura. Menurut laporan TechCrunch yang berasal dari sumber terdekat dengan isu ini, suntikan dana baru dari para investor ini mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.

Sumber yang enggan disebutkan namanya itu berkata, kesepakatan investasi ini membawa nilai valuasi GOJEK melonjak ke angka 9,5 miliar dolar AS, atau kurang 500 juta dolar AS menuju status decacorn.

Aplikasi GOJEK Foto: Aditya Panji/kumparan

Dana tambahan ini akan digunakan GOJEK untuk memperkuat layanan transportasi, pesan antar makanan, logistik, pembayaran digital, dan layanan untuk para merchant. Perusahaan juga akan memanfaat investasi anyar ini untuk mendorong ekspansi ke beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Setelah putaran pendanaan Seri F ini, para pendiri GOJEK akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan, serta terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang pesat.

GOJEK dan afiliasinya, kata Nadiem, kini beroperasi di lima negara yang mencakuo 204 kota dan kabupaten di Asia Tenggara. Perusahaan juga disebut telah memiliki jaringan lebih dari 2 juta mitra pengemudi dan 400.000 mitra merchant.

kumparan post embed