Konten dari Pengguna

Dari Lemari Masa Lalu ke Panggung Generasi Baru

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lusiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suasana thrift di Pasar Senen dengan berbagai pakaian bekas dan vintage yang kembali diminati generasi muda. Foto: Ilustrasi/AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suasana thrift di Pasar Senen dengan berbagai pakaian bekas dan vintage yang kembali diminati generasi muda. Foto: Ilustrasi/AI

Kalau ngomongin fashion, kadang yang lagi tren sekarang sebenarnya bukan barang baru. Ada banyak model pakaian yang dulu pernah populer, sempat dianggap jadul, eh sekarang malah muncul lagi dan dipakai anak muda.

Mulai dari jaket denim, cardigan, kaos oversized, celana baggy, sampai kemeja motif jadul sekarang gampang banget ditemuin lagi. Bahkan barang yang dulu mungkin cuma numpuk di lemari, sekarang bisa dibilang vintage dan malah dicari-cari.

Dulu Dibilang Jadul, Sekarang Malah Keren

Fashion emang suka muter.

Apa yang dulu dianggap ketinggalan zaman, beberapa tahun kemudian bisa balik lagi jadi tren. Gaya tahun 90-an sampai 2000-an misalnya, sekarang banyak muncul lagi di TikTok dan Instagram.

Tapi anak muda sekarang juga nggak sekadar nyontek gaya lama mentah-mentah. Biasanya tetap dicampur sama gaya sekarang.

Jadinya kayak tren lama yang dikasih kehidupan baru.

Thrifting Jadi Tempat Berburu Barang Unik

Nah, salah satu yang bikin pakaian lama makin dilirik tentu aja thrifting.

Serunya thrift itu kita nggak pernah benar-benar tahu bakal nemu apa. Kadang niatnya cuma lihat-lihat, eh malah nemu jaket, cardigan, atau kemeja yang modelnya unik banget.

Apalagi biasanya barang thrift nggak selalu punya banyak stok dengan model yang sama. Jadi ada rasa seneng sendiri kalau berhasil nemu barang yang cocok.

Kayak nemu harta karun kecil di antara tumpukan baju.

Media Sosial Bikin Tren Lama Hidup Lagi

TikTok dan Instagram juga punya pengaruh besar.

Kadang cukup ada satu model pakaian yang sering muncul di FYP, beberapa hari kemudian orang-orang mulai nyari barang yang mirip.

Yang lucu, barang yang sekarang susah-susah dicari di thrift shop bisa aja sebenarnya masih ada di lemari mama, papa, atau bahkan kakak kita.

Dulu mungkin dibilang, “Itu baju model lama.”

Sekarang malah, “Eh jangan dibuang, itu vintage!”

Ternyata Nggak Harus Baru Buat Kelihatan Keren

Sekarang tampil menarik juga nggak harus selalu pakai barang yang baru keluar dari toko.

Pakaian lama kalau dipaduin dengan cara yang pas tetap bisa kelihatan bagus. Jaket lama bisa dipakai bareng kaos simpel, kemeja jadul bisa dipaduin sama celana yang lebih modern.

Justru kadang barang lama bikin gaya seseorang kelihatan beda karena nggak semua orang punya barang yang sama.

Jadi yang penting bukan sekadar bajunya baru atau lama, tapi gimana kita bikin barang itu cocok sama gaya sendiri.

Jangan Sampai Thrifting Malah Bikin Kalap

Walaupun harganya sering lebih murah, bukan berarti semua yang kelihatan bagus harus dibeli.

Ini juga yang kadang kejadian kalau udah masuk tempat thrift. Karena murah, rasanya pengen ambil semuanya.

“Murah nih, ambil aja deh.”

Padahal sampai rumah belum tentu dipakai.

Kalau ujung-ujungnya cuma numpuk di lemari, ya sama aja. Jadi tetap lebih enak beli barang yang memang suka dan kemungkinan besar bakal sering dipakai.

Barang Lama, Cerita Baru

Mungkin itu yang bikin fashion menarik. Tren bisa pergi, tapi bukan berarti hilang selamanya.

Baju yang dulu pernah dipakai seseorang bisa pindah tangan dan akhirnya punya cerita baru. Model yang dulu dianggap jadul bisa kembali dipakai dengan gaya yang benar-benar beda.

Generasinya berubah, cara pakainya berubah, tapi barangnya bisa tetap punya tempat.

Kadang buat nemuin gaya yang terasa baru, kita cuma perlu ngelihat lagi apa yang pernah ditinggalin di masa lalu.