Konten dari Pengguna

Bagaimana Trauma dan Kekacauan Membentuk Identitas Jinx pada Serial Arcane

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Luthfi Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jinx (sumber:https://www.shutterstock.com/id/image-photo/tel-aviv-israel-april-09-2023-2299386705)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jinx (sumber:https://www.shutterstock.com/id/image-photo/tel-aviv-israel-april-09-2023-2299386705)

Serial Arcane yang tayang eksklusif di Netlflix adalah sebuah karya dari Riot Games yang berdasar dari game League of Legends. Serial ini terdiri dari dua musim; musim pertama memulai debutnya pada 6 November 2021, sementara musim keduanya yang tayang perdana pada 9 November 2024 lalu.

Jinx pada serial Arcane adalah salah satu karakter paling kompleks dan menarik. Dibalik sifatnya yang mudah berubah drastis, latar belakangnya penuh dengan kekacauan dan konflik di dalam dirinya sendiri. Menarik, bukan? Yuk, simak artikel ini!

Akar dari Trauma Masa Kecil Powder (Jinx)

  1. Kehilangan orang tua

Powder (nama asli Jinx) mengalami tragedi yang melanda keluarganya di Zaun, kota bawah tanah yang penuh konflik. Kehidupannya berubah drastis ketika kedua orang tuanya terbunuh dalam konflik antara Zaun dan Piltover. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam dalam dirinya, yang terus memengaruhi perkembangan kepribadiannya.

2. Lingkungan yang buruk

Zaun adalah kota yang keras, penuh kekerasan dan kemiskinan. Sebagai anak kecil, Powder harus belajar bertahan di lingkungan yang tidak memberikan rasa aman. Lingkungan ini membentuk sifat ketergantungannya kepada kakaknya dan Ayah angkatnya, yaitu Vi dan Vander yang selalu melindunginya.

Ilustrasi kota Zaun (sumber:https://www.shutterstock.com/id/image-generated/style-animated-series-arcane-based-on-2547917557)

3. Tragedi Vander

Puncak trauma masa kecil Jinx terjadi saat ia mencoba membantu Vi dan teman-temannya dengan bom yang dia buat sendiri. Sayangnya, bom tersebut tidak hanya gagal membantu, tetapi justru menewaskan Vander dan teman-temannya, hanya Vi yang selamat dari tragedi tersebut. Amarah Vi meledak-ledak atas perilaku Powder, yang membuat Powder merasa dibuang oleh satu-satunya orang yang ia percaya.

Tragedi ini menciptakan luka yang dalam dan membentuk identitas Jinx. Perasaan bersalah, kesepian, dan kehilangan yang terus menghantui dirinya menjadi dasar dari perilaku destruktif dan konflik internalnya di masa depan.

Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline Personality Disorder (sumber:https://www.shutterstock.com/id/image-photo/borderline-personality-disorder-text-on-wooden-2474959553)

Jinx menunjukkan karakteristik yang selaras dengan Borderline Personality Disorder, kondisi yang ditandai oleh ketidakstabilan emosional, dan krisis identitas. Menurut Dr. Courtney Tracy, ketakutan akan ditinggalkan adalah penyebab utama Jinx yang memengaruhi cara dia berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Berikut adalah beberapa ciri BPD yang terlihat pada Jinx:

  1. Ketakutan akan Penolakan

    Jinx sangat takut ditinggalkan, terutama oleh Vi, kakaknya. Trauma pengabaian membuatnya sangat bergantung pada villain di Arcane, yaitu Silco.

  2. Perubahan Emosi yang Ekstrem

    Ia sering mengalami perubahan suasana hati yang berayun tajam, misalnya dari merasa masih sayang terhadap Vi menjadi amarah yang tak terkendali saat merasa dikhianati.

  3. Identitas yang Tidak Stabil

    Jinx mempunyai konflik internal tentang kedua sisi dirinya sendiri. Powder yang rapuh dan identitas barunya sebagai Jinx. Konflik ini mencerminkan kebingungan tentang siapa dirinya dan apa tujuan dia hidup.

  4. Impulsivitas dan Perilaku Merusak

    Jinx sering bertindak tanpa berpikir. Perilakunya tercermin dalam tindakannya yang bersifat dekstruktif, seperti meledakkan bangunan atau menggunakan senjata tanpa pertimbangan yang matang. Keputusan impulsif ini mencerminkan kesulitan dalam mengendalikan emosi. Perilaku destruktifnya sebagai bentuk pelampiasan atau cara untuk bertahan di tengah rasa cemas dan tidak aman.

Nah, itulah gambaran menarik tentang bagaimana Character Development Jinx terbentuk. Jinx menjadi contoh bagaimana trauma mendalam dapat memengaruhi kepribadian dan perilaku, serta krisis identitas yang menyebabkan ketidakstabilan emosi yang membuatnya melakukan tindakan berbahaya.

Referensi

Tracy, C. (2024). Why Jinx Suffers from Borderline Personality Disorder. YouTube.