Konten dari Pengguna

TEP IPB Dorong Digitalisasi Pertanian 11 Kampung di Distrik Kurik, Merauke

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Zulham Azhar Maghfirah H tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Aparat Kampung Candra Jaya. Foto : M. Zulham Azhar Maghfirah. H
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Aparat Kampung Candra Jaya. Foto : M. Zulham Azhar Maghfirah. H

Merauke, Papua Selatan - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University yang diketuai oleh Supriyanto, Ph.D melaksanakan pendampingan pemanfaatan platform sawah digital kepada pemerintah kampung di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke sejak Agustus hingga November 2026. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kampung dalam pemanfaatan data spasial dan digital untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.

Pada 30 September 2026, Ketua TEP didampingi oleh Tedi Zulia Putra, S.Hut., An Husaini Hadiarrahman, S.Tr.Bns., M Zulham Azhar Maghfirah H, S.T., Ifa Khofifah, S.Si., dan Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, S.P., melaksanakan pengambilan data untuk penyusunan profil kampung berbasis spasial sekaligus melakukan digitalisasi lahan sawah di Kampung Candra Jaya dan Kampung Wonorejo.

Proses pengambilan data dilakukan melalui pemetaan dan pengumpulan informasi lapangan secara langsung dengan melibatkan pemerintah kampung. Keterlibatan aparatur kampung menjadi bagian penting untuk memastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi aktual sekaligus meningkatkan pemahaman pemerintah kampung mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data wilayah.

Diskusi Batas Wilayah dengan Aparat Kampung Wonorejo. Foto : M. Zulham Azhar Maghfirah. HH

Kepala Kampung Candra Jaya, Aris Rahmadi, mengatakan “Platform sawah digital ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah kampung untuk melakukan perencanaan data sawah dengan sangat baik. Pemberian bantuan dan implementasi program pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dapat dilakukan dengan lebih presisi”, ujarnya saat mendampingi Tim Ekspedisi Patriot di Kantor Kampung Candra Jaya.

Sementara itu, kepala Kampung Wonorejo, Wasis Joyo Suyadi, S.E., mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu kampung memperoleh data yang lebih presisi untuk mendukung berbagai program pembangunan. “Kegiatan pengenalan teknologi digital ini dapat memberikan data yang presisi untuk melakukan perencanaan, utamanya pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan BUMKam (Badan Usaha Milik Kampung) agar lebih optimal dan berbasis pada data yang lebih presisi”, ujarnya saat mendampingi Tim Ekspedisi Patriot IPB University.

Ketua TEP, Supriyanto, Ph.D, menekankan “Digitalisasi sawah dan pemetaan lahan berbasis partisipatif dapat menghasilkan data yang sangat akurat. Walaupun masih memiliki kelemahan yaitu sering kali terdapat perbedaan antara data resmi yang ada. Namun demikian, data partisipatif ini justru dapat memperkuat data resmi di pemerintah dalam rangka mewujudkan One Map Policy (Kebijakan Satu Peta) yang lebih akurat”, ujarnya saat melakukan pengambilan data di beberapa kampung.

Pendampingan pemanfaatan platform sawah digital ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga pada peningkatan kapasitas aparatur kampung dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan data untuk kebutuhan pembangunan. Data yang telah dikumpulkan dapat membantu pemerintah kampung dalam mengidentifikasi potensi lahan pertanian, mengetahui kondisi dan sebaran lahan sawah, serta menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pertanian yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui pendekatan tersebut, data spasial dan digital diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, pengelolaan potensi kampung, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Selain menghasilkan data spasial, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi aparatur kampung dalam mengenal proses pemetaan dan pengelolaan data digital. Keterlibatan pemerintah kampung sejak proses pengambilan data diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aparatur untuk memahami kondisi wilayahnya secara lebih baik serta memanfaatkan data tersebut dalam mendukung tugas pemerintahan.

Data yang dihasilkan juga dapat menjadi bahan awal untuk memperkuat profil kampung dan mendukung berbagai kebutuhan perencanaan di tingkat kampung. Dengan adanya data mengenai lokasi dan sebaran lahan sawah, pemerintah kampung memiliki informasi yang lebih terukur untuk mengidentifikasi potensi wilayah dan menentukan program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Pemanfaatan platform sawah digital kedepannya diharapkan tidak berhenti pada proses pemetaan, tetapi dapat terus diperbarui dan dikembangkan sesuai kebutuhan kampung. Dengan demikian, teknologi dan data digital dapat menjadi bagian dari pengelolaan pemerintahan kampung yang lebih adaptif serta mendukung pembangunan pertanian dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TEP IPB University dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi dan data digital. Dengan dukungan data yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan, pemerintah kampung diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, menyusun perencanaan pembangunan secara tepat, serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.