Konten dari Pengguna

Mesin Jahit dan Obras, Bentuk Dukungan untuk Disabilitas Berprestasi

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyerahan Mesin Jahit dan Obras untuk Yusuf, Penyandang Disabilitas Berprestasi di Kab. Malang (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan Mesin Jahit dan Obras untuk Yusuf, Penyandang Disabilitas Berprestasi di Kab. Malang (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | MALANG – DT Peduli Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan kelompok disabilitas melalui penyaluran bantuan sarana usaha. Pada Rabu (14/1/2026), lembaga ini secara resmi menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin jahit dan satu unit mesin obras kepada Yusuf, seorang penyandang disabilitas tangguh di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Yusuf bersama istrinya merupakan pasangan disabilitas yang memiliki keahlian luar biasa di bidang tata busana. Keterbatasan fisik tidak menghalangi kreativitas mereka untuk mencetak prestasi. Pasangan ini tercatat beberapa kali mewakili wilayahnya dalam perlombaan tata busana tingkat provinsi di Surabaya, terutama dalam ajang peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Piagam Penghargaan Pak Yusuf dan Istri dalam perlombaan Tata Busana Tingkat Provinsi Jawa Timur (Sumber : DT Peduli)

Meski memiliki talenta besar, selama ini usaha mandiri mereka terkendala oleh peralatan yang kurang memadai. Kehadiran mesin jahit dan obras baru ini menjadi titik balik bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi keluarga mereka. Yusuf mengaku sangat terharu karena bantuan ini memberikan harapan baru bagi masa depannya.

"Kami sangat berterima kasih kepada DT Peduli Malang atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mesin ini sangat berarti bagi kami untuk terus menyambung hidup dan mengembangkan keahlian menjahit kami. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur semua," ungkap Yusuf penuh syukur.

Dengan dukungan alat yang lebih profesional, Yusuf kini lebih percaya diri untuk menerima pesanan jahitan yang lebih beragam dan bersaing di pasar yang lebih luas. Program ini sekaligus mempertegas visi DT Peduli dalam menciptakan ekosistem inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berdaya.

Melalui bantuan ini, DT Peduli berharap kemandirian ekonomi Pak Yusuf dapat menginspirasi para disabilitas lainnya untuk tetap produktif dan terus berkarya melampaui keterbatasan fisik. (Elsa/Agus ID)