Ciwidey dan Surga Tersembunyi, Kampung Londok

Sarjana Ilmu Komunikasi Jurnalistik dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2025
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mohamad Haekal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciwidey, Jawa Barat memiliki sebuah desa dengan suasana yang cukup jadul atau tempo dulu. Situasi pedesaan selalu dirindukan oleh banyak kalangan masyarakat, seperti Milenial atau senior. Kalian bisa bernostalgia seperti apa pedesaan di tahun 80-90 an dengan berkunjung ke Kampung Londok.
Kampung Londok ini berada di perbatasan dua wilayah, yaitu Ciwidey dan Cidaun, Jawa Barat. Desa ini cukup tersembunyi dan belum banyak orang mengetahui tempat ini, karena letak dan akses yang sedikit sulit.
Sebelum berbicara tentang akses, mari kita bedah letak geografis desa ini. Kampung Londok berada di wilayah Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Usut punya usut, Pasir Jambu memiliki cakupan yang sangat luas. Sehingga, desa ini masih masuk dalam wilayah Pasir Jambu.
Lalu, gimana nih buat bisa sampai ke desa terindah ini? Hal yang pertama perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan yang akan digunakan, misal mobil.
Mobil kalian perlu dalam keadaan baik dan stabil, karena kendaraan kalian akan menghadapi jalan makadam atau berbatu sejauh kurang lebih 20-30 km. Turunan, tanjakan akan kalian lewati. Tidak harus mobil offroad, kalian juga bisa menggunakan SUV atau 4wd.
Yang terpenting, pengereman, ban, serta ketinggian kendaraan sangat penting diperhatikan. Untuk rute bagaimana? Mari kita kupas tuntas!
Rute menuju Kampung Londok, Ciwidey
Pertama, kalian bisa mengarahkan kaki serta kendaraan menuju ke arah Geodipa Energi yang berada di area Sugihmukti, Ciwidey. Setelah sampai di pertigaan Geodipa, ketika menemukan beberapa warung, kalian ambil ke kiri.
Bila kalian ragu, bertanya pada warga lokal, "Kang, ke Dewata kemana?". Kalau udah dapet, gas aja ikutin atau belok kiri lurus terus. Ketika kalian sudah menemukan penanda jalan "Dewata, 11 Km", akan menemukan persimpangan ke kanan yang jalannya berbatu. Pilih jalan tersebut.
Kalian akan bersama jalan berbatu kurang lebih 30 km, apabila di konversi ke waktu sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan. Lantas, pulang bagaimana? Saya merekomendasikan untuk pulang ke arah Cidaun, hingga nanti sampai di Pantai Jayanti.
Dari Cidaun, kalian bisa mengambil jalan ke Naringgul kemudian tiba di Ciwidey. Kenapa pulang lewat Cidaun? Karena di desa tersebut, tersedia tugu yang menuliskan jarak. Ciwidey 40 km, dan Cidaun 52 km.
