Konten dari Pengguna

Mengerling Volkswagen Beetle yang Ikonik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Volkswagon Beetle yang di Indonesia akrab dengan sebutan VW Kodok adalah mobil ikonik dengan ciri khas yang penuh pesona bagi pencinta otomotif. (Sumber: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Volkswagon Beetle yang di Indonesia akrab dengan sebutan VW Kodok adalah mobil ikonik dengan ciri khas yang penuh pesona bagi pencinta otomotif. (Sumber: Shutterstock)

Adalah Adolf Hitler. Politikus Jerman dan Ketua Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Nazi). Saat menjabat Kanselir Jerman (1933-1945) dan Fuehrer Reich (Kepala Negara) Ketiga (1934-1945), dia menginisiasi gagasan tentang pemroduksian mobil dengan harga yang relatif terjangkau rakyatnya. Oleh karena itu, program tersebut dinamai Mobil Rakyat.Volkswagen. Program yang populis. Berpihak kepada rakyat.

Dalam konsep pandangan pria kelahiran Braunau am Inn, Austria-Hongaria pada 20 April 1889 dan meninggal di Berlin, Jerman pada 30 April 1945 itu, kapasitas tampung mobil rakyat tersebut terdiri atas dua orang dewasa dan tiga anak. Adapun kecepatan yang diharapkan adalah 100 kilometer per jam. Demikian konsep awalnya.

Demikianlah, pada 28 Mei 1937 berdirilah Gesellschaft zur Vorbereitung des Deutschen Volkswagens (Perusahaan untuk Mempersiapkan Jalan bagi Mobil Rakyat Jerman). Selanjutnya pada 16 September 1938 terjadi perubahan nama menjadi Volkswagenwerk Gesellschaft mit beschränkter Haftung (GmbH). Perusahaan dengan tanggung jawab terbatas.

Perang Dunia II

Pemrakarsa pendiriannya adalah Deutsche Arbeitsfront (Front Buruh Jerman). Organisasi ini berada di bawah kendali Partai Nazi. Manakala Perang Dunia II berkecamuk pada 1 September 1939 hingga 2 September 1945, perusahaan otomotif itu menghentikan produksi mobil rakyat dan beralih ke kendaraan dan perlengkapan militer.

Salah satu produk mobil dari pabrik Volkswagen untuk keperluan tentara Jerman dalam Perang Dunua II. (Sumber: Shutterstock)

Ketika Perang Dunia II usai dan Jerman, Italia, dan Jepang yang tergabung di Blok Poros menderita kekalahan, sebagai pihak pemenang, Britania Raya (Inggris) sebagai salah satu kekuatan utama Blok Sekutu bersama Amerika Serikat, Uni Soviet (Rusia), dan China, memiliki tugas khusus. Britania Raya menyandang tanggung jawab untuk mengawasi zona pendudukan di Jerman.

Termasuk dalam pengawasan Britania Raya tersebut adalah Kota Wolfsburg, lokasi pabrik Volkswagen. Perwira Inggris bernama Mayor Ivan Hirst (1 Maret 1916 - 10 Maret 2000) mendapat tugas mengelola pabrik Volkswagen tersebut. Dia memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali produk mobil, teristimewa Volkswagen Beetle. Padahal sebelumnya, bangunan pabrik telah mengalami kerusakan berat sebagai dampak peperangan.

Kemudian pada 27 Mei 1947, Britania Raya menyerahkan kembali kendali pengelolaan Volkswagenwerk Gesellschaft mit beschränkter Haftung (GmbH) kepada Negera Bagian Niedersachsen. Dan, selanjutnya pengendali perusahaan otomotif tersebut adalah Pemerintah Federal Jerman. Selanjutnya, kepemilikan perusahaan tetap terbuka dan akhirnya mengalami privatisasi.

Peristiwa penyerahan perusahaan Volkswagenwerk tersebut menjadi penanda telah berakhir pengawasan Britania Raya terhadap pabrik dan produksi Volkswagen pasca-Perang Dunia II. Selanjutnya perkembangan pesat mulai tampak pada 1950-an. Pasar internasional, termasuk ke Amerika Serikat pun, mulai menjadi fokus perambahan produknya.

Dewasa ini, Volkswagen menegaskan eksistensinya sebagai salah satu produsen mobil dan kendaraan komersial yang besar di seantero jagat. Terdapat Volkswagen Group, yang di dalamnya terdapat Volkswagen sebagai jenama mobil utama, termasuk Volkswagen Passenger Cars serta Volkswagen Commercial Vehicles.

Di dalam Volkswagen Group, tergabung pula jenama-jenama lain, seperti Audi (mobil mewah Jerman), Sociedad Española de Automóviles de Turismo/SEAT (mobil dari Spanyol), Škoda (mobil Ceko), Bentley (mobil mewah Britania Raya), Bugatti (mobil mewah Prancus).

Tergabung pula di dalam Volkswagen Group, jenama Lamborghini (mobil mewah Italia), Porsche (mobil mewah Jerman), Ducati (sepeda motor mewah Italia), (Maschinenfabrik Augsburg-Nürnberg/MAN (truk dan bus Jerman), Scania (truk Swedia), dan Cup Racing/CUPRA (mobil performa tinggi Spanyol).

Volkswagen Beetle

Volkswagen Tipe 1. Lebih dikenal dengan Beetle atau Bug. Merupakan hasil rancangan Ferdinand Porsche atas perintah Adolf Hitler. Produksi Beetle bermula pada 1938 di pabrik otomotif yang berlokasi di Wolfsburg, Jerman.

Volkswagen Tipe 1 atau Beetle Klasik yang gampang membuat para pencintanya jatuh hati. (Sumber: Shutterstock)

Desain yang ikonik, ciri khas yang telah terkenal di khalayak luas, menjadikan Volkswagen Beetle ini sebagai salah satu mobil yang populer. Telah diproduksi 21 juta unit lebih. Ada dua tipe, yaitu Beetle Klasik (diproduksi sejak 1938 hingga 2003) dan Beetle Baru (diperkenalkan pada 1997 dan diproduksi hingga 2019).

Volkswagen Beetle Baru yang twtap menyisakan kenangan sentuhan artistik desain masa lalunya. (Sumber: Shutterstock)

Desain awal Volkswagen Beetle merupakan hasil karya Ferdinand Porsche. Insinyur otomotif berkebangsaan Austria ini lahir di Vratislavice nad Nisou, Liberec, Ceko pada 3 September 1875 dan meninggal di Stuttgart, Jerman pada 30 Januari 1951. Dialah orang yang mendapat tugas dari Adolf Hitler untuk mendesain Program Mobil Rakyat itu.

Selain Volkswagen Beetle, di tangan Ferdinand Porsche juga lahir Mercedes-Benz SS/SSK dan sejumlah kendaraan berjenama Porsche. Dia menginisiasi kendaraan hibrida (bensin-listrik) yang pertama di dunia. Dia pula yang mendesain Benz Tropfenwagen 1923, mobil balap pertama dengan mesin di tengah dan berpenggerak roda belakang.

Klub Pencinta Beetle

Di Indonesia terdapat sejumlah klub pencinta Beetle, salah satunya Volkswagen Beetle Club (VBC) yang berdiri pada 6 Juni 1982. Anggotanya berada di berbagai daerah di seantero Tanah Air. Kegiatan mereka berpindah-pindah. Saat hari ulang tahunnya ke-43, pusat kegiatan dilangsungkan di Sentul, Bogor.

Beberapa waktu sebelumnya, 17 Desember 2023, VBC juga pernah mengadakan kontes Beetle Battle di Senayan Park Jakarta Pusat. Selain sebagai ajang kumpul bareng, juga menjadi wahana wisata otomotif. Ada penilaian terbaik dari berbagai aspek, mencakup performa eksterior, interior, mekanikal, dan aura mobil secara total.

Di samping itu, nilai tambah dapat datang dari keunikan sejarah mobilnya serta kelengkapan surat-surat. Kategori penilaian meliputi tahun produksi, tipe, kondisi orisinal atau kustom, berikut restorasi atau modifikasi. Kegiatan touring dan bakti sosial juga menjadi agenda VBC. Jambore Nasional pun pernah menjadi bagian dari inisiatifnya bersama klub-klub lain.

Selain VBC, ada lagi Frogs Bread Club (FBC) yang didirikan pada 1986. Juga merupakan klub pencinta Volkswagen Beetle. Memiliki agenda rutin tiap akhir pekan. Tidak jarang mengundang klub otomotif lain.

Jenis Volkswagen yang berbeda pun ada klubnya di Indonesia. Para pencinta Volkswagen Thing juga ada wadah klubnya. Satu di antaranya Volkswagen Thing Club (VTC) yang resmi terbentuk pada Juni 2023. Acapkali berperan serta dalam acara VBC.

Volkswagen Thibg Convertible buatan 1974. (Sumber: Shutterstock)

Adapun para pencinta Volkswagen Van (Kombi) juga mempunyai wadah klub. Salah satunya Volkswagen Van Club (VVC). Terbentuk pada 13 Oktober 1981. Aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan VBC.

Volkswagen Van Klasik yang tampak begitu anggun melaju di jalanan. (Sumber: Shutterstock)

Di Indonesia juga terdapat organisasi yang menaungi klub-klub Volkswagen. Namanya Volkswagen Indonesia Association (VIA). Pendiriannya dilakukan di Nusa Dua, Bali pada 29 Agustus 1993. Sebanyak 16 klub Volkswagen Tanah Air menjadi pemrakarsa pembentukan.

Kini VIA menaungi tidak kurang 71 klub Volkswagen. Dengan dorongan visi “Fun, Unity, Harmony” meneguhkan prinsip “Value for Value”. Memberikan aksentuasi pada nilai-nilai penting dalam merangkul para penggemar dan pemilik Volkswagen dengan menghadirkan komunitas yang di dalamnya berisikan segenap personel anggota yang dengan senang hati bahu-membahu dalam menjalin harmoni dukungan. ***