Konten dari Pengguna

Dari Layar Televisi ke Media Digital

Muhammad Ade Rizqi

Muhammad Ade Rizqi

Mahasiswa - Ilmu Komunikasi Universitas pamulang

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ade Rizqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi televisi dan perubahan kebiasaan menonton di era digital. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi televisi dan perubahan kebiasaan menonton di era digital. Foto: Unsplash.

Tantangan Tonight Show Mempertahankan Audiens di Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan. Jika sebelumnya televisi menjadi salah satu media utama untuk menonton program hiburan, kini masyarakat memiliki lebih banyak pilihan melalui YouTube, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya. Perubahan tersebut membuat stasiun televisi tidak hanya harus memikirkan bagaimana membuat program yang menarik, tetapi juga bagaimana mempertahankan audiens ketika kebiasaan menonton mulai berubah.

Salah satu program televisi yang menarik untuk melihat perubahan tersebut adalah Tonight Show. Program gelar wicara yang pernah tayang di NET ini dikenal melalui konsep obrolan santai, komedi, permainan, musik, serta kehadiran bintang tamu dari berbagai kalangan. Program tersebut pertama kali hadir pada 27 Mei 2013 dan kemudian menjadi salah satu program hiburan yang cukup dikenal oleh penonton televisi.

Namun, perjalanan Tonight Show juga menunjukkan bahwa program televisi harus menghadapi perubahan pola konsumsi media. Pada 2021, NET mengembangkan Tonight Show Premiere yang secara khusus hadir di YouTube. Kehadiran versi digital tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menyesuaikan program dengan karakter audiens yang mulai terbiasa menikmati konten melalui internet. Dalam laporan perusahaan, NET menyebut Tonight Show Premiere sebagai pengembangan dari program Tonight Show untuk media digital dan menyatakan bahwa program tersebut memperoleh respons yang baik dari penonton digital.

Ketika Penonton Tidak Lagi Terikat Jadwal Televisi

Platform digital memberikan pilihan kepada audiens untuk menikmati konten kapan saja. Foto: Unsplash.

Salah satu tantangan terbesar program televisi saat ini adalah perubahan kebiasaan penonton. Ketika menonton televisi, penonton harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh stasiun televisi. Berbeda dengan media digital, penonton dapat memilih sendiri konten yang ingin ditonton dan menentukan kapan mereka ingin menikmatinya.

Hal tersebut juga terlihat dalam penelitian mengenai Tonight Show yang membandingkan media konvensional dengan media daring. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa perangkat digital memberikan kesempatan kepada audiens untuk memilih konten hiburan sesuai dengan minat mereka. Artinya, penonton tidak lagi hanya menjadi penerima program yang sudah disusun oleh stasiun televisi, tetapi memiliki kontrol lebih besar terhadap apa yang ingin mereka konsumsi.

Bagi program talk show, perubahan ini menjadi tantangan tersendiri. Konten yang sebelumnya hanya dapat disaksikan melalui televisi kini dapat dipotong menjadi berbagai bagian dan disebarkan melalui media sosial. Momen lucu, obrolan dengan bintang tamu, permainan, hingga pernyataan menarik dapat berdiri sebagai konten tersendiri.

Dengan kondisi tersebut, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh apakah penonton menyaksikan acara tersebut pada saat tayang di televisi. Program juga perlu mempertimbangkan bagaimana kontennya dapat ditemukan dan dikonsumsi kembali melalui platform digital.

Tonight Show Premiere sebagai Bentuk Adaptasi

Sebenarnya, perkembangan Tonight Show sudah menunjukkan adanya usaha untuk menghadapi perubahan tersebut. Pada April 2021, hadir Tonight Show Premiere yang dibuat khusus untuk YouTube. Versi ini tetap membawa identitas Tonight Show, tetapi dikembangkan dengan karakter konten digital.

Kehadiran Tonight Show Premiere menjadi contoh bahwa program televisi dapat melakukan pengembangan konten tanpa harus sepenuhnya meninggalkan identitas program utama. Penelitian mengenai pemanfaatan YouTube pada Tonight Show Premiere juga menunjukkan bahwa platform tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperluas penyebaran program kepada audiens digital.

Selain itu, penelitian lain mengenai program tersebut menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara konten Tonight Show di televisi dan Tonight Show Premiere di YouTube. Konten digital memiliki ruang yang berbeda dalam hal durasi, penyajian, serta karakter komunikasi dengan penonton.

Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi ke media digital bukan sekadar mengunggah ulang program televisi ke YouTube. Program perlu memahami karakter setiap platform. Konten yang menarik selama satu jam di televisi belum tentu memiliki daya tarik yang sama ketika ditonton melalui perangkat digital.

Tantangan Mempertahankan Identitas Program

Selain persoalan platform, program seperti Tonight Show juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitasnya. Program talk show memiliki ketergantungan terhadap host, bintang tamu, konsep kreatif, serta chemistry yang terbentuk di dalam program.

Tonight Show dikenal dengan kombinasi antara percakapan, komedi, games, musik, dan bintang tamu. Karena itu, ketika terjadi perubahan pada host maupun kondisi produksi, karakter program juga dapat ikut berubah.

Pada akhirnya, Tonight Show resmi mengakhiri perjalanan tayangnya di NET pada November 2024 setelah lebih dari satu dekade mengudara. Berakhirnya program tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana sebuah program televisi dapat bertahan ketika industri penyiaran mengalami perubahan besar.

Tonight Show NET TV Resmi Dinyatakan Berakhir (Foto: Istimewa)

Berakhirnya program tentu tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu faktor. Perubahan industri televisi, strategi stasiun, kondisi program, perubahan sumber daya manusia, serta perkembangan media digital merupakan sejumlah aspek yang perlu dilihat secara bersamaan.

Strategi yang Dapat Diterapkan Program Televisi

Dari kasus Tonight Show, salah satu strategi yang dapat dikembangkan oleh program televisi adalah pendekatan multiplatform. Program televisi tidak harus memilih antara televisi atau media digital. Keduanya dapat digunakan dengan fungsi yang berbeda.

Televisi dapat digunakan untuk mempertahankan program utama dengan format yang lebih terstruktur. Sementara itu, YouTube dapat digunakan untuk menghadirkan wawancara yang lebih panjang, konten eksklusif, atau episode khusus. Media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat digunakan untuk menyebarkan potongan percakapan menarik, games, maupun momen lucu yang dapat menarik perhatian penonton baru.

Strategi tersebut juga memungkinkan satu proses produksi menghasilkan berbagai jenis konten. Satu episode talk show, misalnya, dapat dikembangkan menjadi episode utama, potongan wawancara, video pendek, konten behind the scenes, hingga materi promosi di media sosial.

Dengan cara tersebut, program tidak hanya menunggu penonton datang melalui televisi, tetapi juga mendatangi penonton melalui platform yang memang mereka gunakan sehari-hari.

Televisi Tidak Harus Hilang, tetapi Harus Beradaptasi

Kasus Tonight Show memperlihatkan bahwa perkembangan media digital tidak selalu berarti televisi akan langsung ditinggalkan. Penelitian mengenai perbandingan media konvensional dan media daring juga menunjukkan bahwa tidak semua penonton meninggalkan televisi dan tidak semua program dapat sepenuhnya digantikan oleh media daring.

Persoalannya adalah bagaimana pengelola program memahami perubahan perilaku audiens. Penonton saat ini memiliki lebih banyak pilihan sehingga program harus memiliki alasan yang kuat agar tetap dipilih.

Karena itu, keberlanjutan sebuah program televisi tidak hanya bergantung pada seberapa menarik program tersebut ketika ditayangkan. Pengelola juga perlu memikirkan bagaimana program tersebut dapat berkembang menjadi sebuah konten yang mampu hidup di berbagai platform.

Perjalanan Tonight Show dari televisi hingga hadir dalam bentuk Tonight Show Premiere di YouTube menunjukkan bahwa perubahan tersebut sebenarnya sudah mulai dilakukan. Tantangan berikutnya bagi industri penyiaran adalah bagaimana membuat strategi adaptasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga benar-benar memahami kebiasaan audiens.

Pada akhirnya, televisi dan media digital bukan selalu dua pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan berdampingan apabila pengelola program mampu menyesuaikan bentuk konten dengan karakter masing-masing media. Dari sinilah masa depan program hiburan televisi dapat terus dikembangkan di tengah perubahan kebiasaan penonton.