Konten dari Pengguna

Menguatkan Link and Match, Menyiapkan Generasi Siap Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari dista gusnansah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunungkidul, 15 Oktober 2026 — Sebagai mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang menjalani program magang di Sekretariat DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Komisi D, saya mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti kegiatan kunjungan kerja ke SMK Muhammadiyah 1 Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini berfokus pada monitoring penguatan link and match antara pendidikan dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) guna meningkatkan kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kunjungan ke SMK Muhammadiyah 1 Patuk (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan ke SMK Muhammadiyah 1 Patuk (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Bagi saya, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan kedinasan, melainkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana fungsi pengawasan dan peran pemerintah daerah berkaitan dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui pertemuan bersama pihak sekolah, saya memperoleh gambaran mengenai berbagai upaya yang dilakukan untuk mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja.

Salah satu hal menarik yang saya pelajari adalah pentingnya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia industri. SMK Muhammadiyah 1 Patuk memiliki beberapa program keahlian, yaitu Teknik Audio Video, Akuntansi, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknik Sepeda Motor. Sekolah juga telah membangun kerja sama dengan sejumlah mitra industri melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang, dan penyaluran tenaga kerja. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menjembatani kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.

Dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa Manajemen, upaya tersebut sangat relevan dengan konsep pengelolaan sumber daya manusia. Dalam dunia kerja, kemampuan teknis memang penting, tetapi keberhasilan seseorang juga ditentukan oleh kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Saya melihat bahwa pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan mental profesional sejak dini.

Saya juga memandang positif peran Bursa Kerja Khusus (BKK) yang membantu memfasilitasi penyaluran lulusan ke dunia kerja. Pembekalan seperti pelatihan penyusunan CV, simulasi wawancara, dan tes psikologi menjadi langkah yang bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi proses rekrutmen. Menurut saya, program semacam ini perlu terus diperkuat dan dikembangkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan dunia industri.

Pengalaman mengikuti kunjungan kerja ini memberikan perspektif baru bagi saya mengenai pentingnya peran lembaga legislatif dalam mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Saya memahami bahwa kegiatan monitoring tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi di lapangan, tetapi juga untuk menghimpun masukan, mengidentifikasi kendala, dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan. Proses tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kualitas pendidikan membutuhkan perhatian, koordinasi, dan komitmen dari berbagai pihak.

Sebagai mahasiswa yang mempelajari manajemen, saya merasa pengalaman ini menjadi sarana untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata. Saya dapat melihat bagaimana koordinasi antarlembaga, pengelolaan sumber daya manusia, evaluasi program, dan pengambilan keputusan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pengalaman ini juga mendorong saya untuk lebih memahami bahwa ilmu manajemen tidak hanya diterapkan dalam perusahaan atau kegiatan bisnis, tetapi juga dapat berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Saya berharap kunjungan kerja seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, disertai tindak lanjut yang nyata untuk memperkuat kerja sama antara SMK dan dunia industri. Dengan kolaborasi yang semakin baik, lulusan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan.

Bagi saya pribadi, mengikuti kegiatan kunjungan Komisi D DPRD DIY merupakan pengalaman magang yang sangat berharga. Saya tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai proses pengawasan dan pembangunan pendidikan daerah, tetapi juga belajar melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Pengalaman ini memperkuat keyakinan saya bahwa mahasiswa perlu terus belajar dari lapangan, membuka diri terhadap berbagai perspektif, dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.

Foto Bersama Dewan di SMK Muhammadiyah 1 Patuk (Sumber: Dokumentasi Pribadi)