Konten dari Pengguna

Valencia Hancur, Alaves Menang: Debut Oscar Sanchez yang Tak Terduga

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ilham Prakoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dibuat dengan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dibuat dengan AI

Jika ada satu pertandingan yang merangkum betapa dalam krisis Valencia hari ini, laga di Mendizorroza malam ini adalah jawabannya.

Tiga hari setelah memecat Carlos Corberan beserta CEO Ron Gourlay dan empat staf teknis, Valencia turun lapangan di bawah asuhan sementara Oscar Sanchez, pelatih yang sebelumnya menangani tim cadangan Valencia Mestalla, dan langsung menghadapi ujian pertama yang sangat tidak ramah.

Hasilnya: kalah 0-1 dari Alaves.

Enam laga di La Liga musim 2026/27. Nol kemenangan. Satu poin. Mencetak satu gol. Kebobolan 11. Posisi ke-20, dasar klasemen.

Debut yang Tidak Punya Waktu untuk Bernapas.

Sanchez sebelumnya menangani Valencia Mestalla dan kini mendapat kesempatan memimpin tim utama dalam situasi yang tidak mudah. Tidak mudah adalah eufemisme. Ia mewarisi tim yang baru saja mengalami perombakan manajerial total, pemain yang kehilangan kepercayaan diri setelah enam laga tanpa kemenangan, dan lawan yang bermain di kandang sendiri dengan motivasi penuh.

Valencia sudah kebobolan 10 gol sebelum laga ini, dan hanya mencetak satu gol sepanjang musim. Menambahkan satu kekalahan lagi ke catatan itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Yang mengejutkan adalah betapa cepat situasi klub ini memburuk.

Corberan, yang ditunjuk Desember 2024 untuk menyelamatkan Valencia dari degradasi dan berhasil membawa mereka finis kesembilan musim lalu, dipecat hanya beberapa pekan setelah kontraknya diperpanjang hingga 2028. Pemecatan yang datang dua bulan setelah perpanjangan kontrak bukan hanya ironi, melainkan tanda betapa tidak sehatnya proses pengambilan keputusan di dalam klub.

Alaves dan Momentum yang Tidak Disia-siakan.

Di sisi lain, Alaves memanfaatkan situasi lawannya dengan sempurna. Debut pelatih sementara Valencia adalah momen yang diincar oleh setiap tim yang menghadapi lawan dalam kondisi chaos manajerial, dan Alaves tidak menyia-nyiakannya.

Kemenangan 1-0 ini bukan sekadar tiga poin biasa. Bagi Alaves, ini adalah hasil yang mengangkat mereka ke separuh atas klasemen La Liga sementara dan memberikan kepercayaan diri jelang pertandingan berikutnya. Bagi Valencia, ini adalah lubang yang semakin dalam.

La Liga musim 2026/27 mencatat Valencia sebagai tim dengan tren kekalahan terpanjang, empat kekalahan beruntun sebelum laga ini. Dengan kekalahan di Mendizorroza, angka itu kini menjadi lima.

Krisis yang Tidak Bisa Diselesaikan dengan Pelatih Baru Saja.

Valencia juga membutuhkan sekitar enam juta euro hanya untuk kompensasi pemecatan Corberan dan stafnya, beban finansial yang sangat berat untuk klub dengan kondisi keuangan yang tidak ideal. Biaya itu dibayar untuk mengakhiri kontrak pelatih yang baru diperpanjang, lalu mencari penggantinya dari pelatih tim cadangan karena tidak ada nama lain yang siap.

Permasalahan Valencia lebih dalam dari sekadar pilihan pelatih. Sistem rekrutmen yang tidak efisien, keputusan manajerial yang terlalu reaktif terhadap hasil jangka pendek, dan ketidakmampuan membangun identitas permainan yang konsisten dari satu musim ke musim berikutnya adalah akar yang belum pernah benar-benar disentuh, tidak peduli berapa banyak nama pelatih yang silih berganti.

Komentar pedas Rodri setelah menyaksikan Valencia kalah 0-5 dari Barcelona, menyebut tim tersebut sangat lemah, menjadi momen yang membuka percakapan publik tentang betapa seriusnya masalah struktural Los Che.

Oscar Sanchez kalah di debut pertamanya. Valencia terpuruk lebih dalam. Dan pertanyaan terbesar bukan siapa pelatih permanen yang akan datang, melainkan apakah siapapun yang datang akan diberi waktu dan ruang yang cukup untuk benar-benar membangun sesuatu. Valencia ingin memulai era baru, tapi era baru tidak bisa dimulai jika cara lama pengambilan keputusan masih terus dipertahankan di balik layar. Malam ini, dasar klasemen La Liga terasa semakin jauh dari jangkauan bagi klub yang semusim lalu masih membicarakan zona Eropa.