Konten dari Pengguna

Hadapi Sampah, KKN PM UMY 025 Bangun Insinerator di Donokerto

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pandya Mahardika Abimanyu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Donokerto — Masalah sampah anorganik yang belum dimanfaatkan secara optimal mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 025 menghadirkan alternatif pengelolaan sampah di Dusun Ngemplak Kembangarum XIV, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan insinerator pembakaran sampah minim asap.

Program pembangunan insinerator dilaksanakan pada 2–16 Agustus 2026. Program ini berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap kondisi sampah di lingkungan masyarakat, khususnya sampah anorganik yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Bangunan Fisik Insinerator tampak depan  Foto: Dokumentasi KKN PM UMY 025
zoom-in-whitePerbesar
Bangunan Fisik Insinerator tampak depan Foto: Dokumentasi KKN PM UMY 025

“Kami melihat banyak sampah anorganik yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu, kami berencana serta berdiskusi dengan Pak Dukuh, RW, dan RT untuk menanggapi permasalahan sampah yang ada di sini.” ujar Firgiawan, Ketua KKN PM UMY 025.

Diskusi bersama unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari proses awal sebelum pembangunan dilakukan. Mahasiswa kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk menyesuaikan pembangunan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan penggunaannya.

Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan lokasi dan material, pembuatan dasar, penyusunan konstruksi, pembuatan ruang pembakaran, hingga pemasangan bagian-bagian pendukung insinerator. Proses tersebut dikerjakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses pembangunan, tetapi juga menjadi upaya untuk melibatkan masyarakat dalam penyelesaian persoalan yang berada di lingkungan mereka. Dengan keterlibatan tersebut, insinerator diharapkan dapat menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah.

Proses Pembakaran Sampah di Insinerator Foto: Dokumentasi KKN PM UMY 025

Insinerator yang dibangun dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Setelah konstruksi selesai, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pemeriksaan dan uji coba untuk memastikan insinerator dapat digunakan sesuai dengan fungsi yang direncanakan.

Keberadaan fasilitas tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kalurahan. Bapak R. Waluyo Jati S.T, Lurah Donokerto menilai pembangunan insinerator dapat menjadi salah satu langkah positif dalam mendukung pengelolaan sampah di masyarakat.

Dokumentasi bersama Lurah Donokerto, Pak R. Waluyo Jati S.T dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P. Foto: Dokumentasi KKN PM UMY 025

“Sangat bagus, saya mengapresiasi apa yang dikerjakan mahasiswa KKN UMY PM 025. Ini baru satu bangunan di Dusun Ngemplak Kembangarum XIV. Bayangkan satu RT memiliki satu bangunan, pasti sangat bagus itu,” ujarnya penuh semangat.

Pembangunan insinerator diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam menangani sampah yang sulit dikelola. Selain menjadi sarana pendukung pengelolaan sampah, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih teratur dan memperhatikan kondisi lingkungan.

Pembangunan insinerator yang selesai pada 16 Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN PM UMY 025 dalam menjawab persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat. Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat, sehingga keberadaannya tidak berhenti sebagai program kerja selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus mendukung upaya pengelolaan sampah di Dusun Ngemplak Kembangarum XIV.