3 Alasan Mengapa Awan Memiliki Bentuk Berbeda dan Tanda Alamnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat memandang langit dan melihat awan, mata manusia sering mendapati bentuk awan menyerupai objek tertentu. Bisa saja objek yang tampak menyerupai wajah hewan ataupun benda lainnya. Lantas orang pun bertanya, mengapa awan memiliki bentuk berbeda?
Dikutip dari www.sciencefocus.com, uap air selalu ada di udara. Namun saat uap mengembun lalu menjadi tetesan air atau partikel es padat, partikel-partikel ini menyebarkan cahaya hingga terlihat sebagai awan.
Mengapa Awan Memiliki Bentuk Berbeda Menyerupai Objek Tertentu?
Mengapa awan memiliki bentuk berbeda? Awan memiliki bentuk yang berbeda-beda karena ditentukan oleh beberapa alasan ini:
Suhu
Kepadatan
Pergerakan udara
Perbedaan suhu dan kepadatan membuat udara yang mengandung banyak air tidak mudah bercampur dengan udara yang ada di sekitarnya.
Hal tersebut membuat awan memiliki bentuk yang khas dan tepi yang tampak jelas. Selain itu, pergerakan udara juga menarik dan membentuk awan menjadi berbagai bentuk.
Mengenal Jenis-jenis Awan yang Beragam
Meskipun tidak ada dua awan yang benar-benar sama bentuknya, awan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Diantaranya:
1. Awan Kumulus
Awan kumulus memiliki bentuk yang menggumpal dan menyerupai kapas. Awan ini juga terbentuk di lapisan atmosfer yang rendah. Di saat uap air mengembun menjadi air, proses tersebut melepaskan sejumlah panas yang membentuk awan ini.
2. Awan Kumulonimbus
Pada saat kondisi atmosfer tidak stabil, panas ini cukup untuk membuat awan kumulus tadi menjadi lebih ringan dan terdorong naik. Akibatnya, awan kumulus dapat tumbuh menjadi awan kumulonimbus.
Awan kumulonimbus adalah awan besar dan gelap dengan bagian atas yang menggembung seperti menara. Awan ini terbentuk akibat arus udara naik yang sangat kuat dan sering disertai dengan badai petir.
3. Awan Stratus
Kebalikan dari awan kumulonimbus, awan stratus terbentuk sebagai lapisan yang luas, yaitu ketika wilayah udara yang besar sedang bergerak naik.
4. Awan Cirrus
Awan cirrus adalah awan yang tipis, halus, dan berserat. Awan ini tersusun dari kristal-kristal es di ketinggian atmosfer.
Pada saat awan ini perlahan turun, ia melewati berbagai arus udara yang mendorong dan menarik awan ini ke arah yang berbeda. Akibatnya, terbentuklah helaian awan yang panjang dan menyerupai bulu.
Mengapa awan memiliki bentuk berbeda disebabkan oleh perbedaan suhu, kepadatan, dan pergerakannya di udara. Mengetahui berbagai perbedaannya tersebut mengantarkan pemahaman manusia dengan berbagai tanda alam yang menakjubkan. (Aya)
Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Semua Es di Bumi Mencair? Ini Dampaknya