4 Cerita Rakyat Sumatera Barat yang Terkenal hingga Sekarang
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak hanya sebagai dongeng belaka, cerita rakyat Sumatera Barat mengandung pesan moral yang dapat dijadikan norma hidup bagi banyak orang di Sumatera dalam bermasyarakat.
Ada banyak cerita yang berkembang dari mulut ke mulut dan dipercaya masyarakat hingga kini, salah satunya adalah Malin Kundang.
Cerita Rakyat Sumatera Barat
Dikutip dari laman jambiprov.go.id, beberapa cerita rakyat Sumatera Barat yang paling terkenal hingga kini akan dirangkum pada ulasan berikut:
1. Legenda Danau Singkarak
Dikisahkan ada seorang anak rajin dan penurut bernama Indra yang memiliki ayam kesayangan bernama Taduang.
Suatu hari, Indra merasa sedih karena orang tuanya tidak menyisakan makan siang sama sekali untuknya.
Indra yang sedih duduk di atas batu besar bersama Taduang sambil meratapi nasibnya.
Taduang yang ingin menghibur tuannya akhirnya mengangkat batu tersebut dan menjatuhkannya di sebuah tanah lapang. Muncullah cekungan besar yang kini disebut dengan nama Danau Singkarak.
2. Malin Kundang
Di suatu desa hiduplah janda tua bernama Mande Rubayah yang memiliki anak semata wayang bernama Malin. Setelah dewasa, Malin memutuskan merantau ke kota untuk merubah nasibnya.
Setelah sukses, ternyata Malin malah tidak mengakui Mande Rubayah sebagai ibunya. Sang ibu yang mengetahui hal itupun kemudian marah besar dan mengutuknya menjadi batu berbentuk manusia. Itulah kisah singkat Malin Kundang.
3. Legenda Kepulauan Mentawai
Ceritanya berawal dari Taku, seorang warga desa yang membuat tanda di bawah pohon sipeu. Fungsinya adalah untuk menandai bahwa buah yang jatuh di dalam tanda tersebut adalah miliknya.
Yuta yang tahu hal itu membuat tanda lebih besar. Setiap ada buah sipeu yang jatuh lebih besar di dalam lingkaran milik Taku, selalu ia tukar.
Untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah, Taku yang mengetahui kelakuan Yuta memilih mengalah dan berpindah ke Pulau Tuapejat.
Sebagai tambahan informasi, saat ini pulau tersebut menjadi ibu kota kabupaten Kepulauan Mentawai.
Banyaknya cerita rakyat Sumatera Barat yang ada, memang penting untuk diketahui sebagai cara melestarikannya. Hal ini karena era modernisasi sangat rentan menggerus budaya yang telah ada. (NOV)
Baca juga: 5 Legenda yang Menjadi Objek Wisata Terpopuler di Indonesia