Konten dari Pengguna

Alasan Makanan Matang Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alasan Makanan Matang Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang. Unsplash.com/Brina Blum
zoom-in-whitePerbesar
Alasan Makanan Matang Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang. Unsplash.com/Brina Blum

Makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena beberapa alasan penting untuk kesehatan tubuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit

Berdasarkan informasi tasikmalaya.pom.go.id, tentang Zona Suhu Pangan (Danger Zone), rentang suhu ruang yang perlu diwaspadai adalah sebesar 5°C hingga 60°C.

Pada rentang angka suhu tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Kondisi tersebut membuat makanan yang semula aman setelah dimasak justru dapat berubah menjadi berisiko bagi kesehatan tubuh.

Makanan Matang Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang karena Terkait Kesehatan Tubuh

Alasan Makanan Matang Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama pada Suhu Ruang. Unsplash.com/TIAN GANG

Makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang alasannya karena makanan di suhu ruang selama lebih dari dua jam berisiko mengalami peningkatan jumlah bakteri.

Bahkan, apabila suhu lingkungan mencapai lebih dari 32°C, batas waktunya bisa lebih singkat, yaitu sekitar satu jam. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri, jumlahnya dapat meningkat pesat dalam waktu sekitar 20 menit.

Semakin lama makanan berada dalam Zona Suhu Pangan, maka semakin besar pula peluang terjadinya kontaminasi dan meningkatkan jumlah mikroorganisme berbahaya.

Bahaya ini sering kali tidak bisa dikenali secara langsung. Makanan yang terkontaminasi bakteri umumnya tidak langsung mengalami perubahan pada warna, aroma, tekstur, dan rasa.

Maksudnya, bisa saja makanan yang terasa normal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Akibatnya, selalu mencicipi sedikit makanan terlebih dahulu tidak menjadi cara yang bisa diandalkan untuk memastikan makanan tersebut aman.

Dari sisi kesehatan, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bisa menyebabkan penyakit bawaan pangan atau keracunan makanan.

Gejala yang muncul yaitu mual, muntah, diare, nyeri perut, dan demam. Apabila kehilangan cairan berlangsung cukup banyak akibat muntah atau diare, seseorang juga bisa mengalami dehidrasi.

Kondisi kesehatan ini perlu mendapat perhatian lebih, apalagi pada bayi dan balita, ibu hamil, lanjut usia, dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Karena golongan ini rentan mengalami dampak serius.

Untuk mencegah semua risiko kesehatan tersebut, makanan matang sebaiknya langsung dikonsumsi atau disimpan dengan cara yang benar.

Makanan yang tidak langsung dikonsumsi harus segera didinginkan dan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 5°C.

Sebaliknya, makanan yang akan tetap disajikan dan dikonsumsi dalam keadaan panas harus dipertahankan pada suhu di atas 60°C.

Prinsip utama menyimpan makanan adalah simpan dingin atau tetap panas. Langkah ini sangat penting demi menjaga keamanan makanan saat dikonsumsi tubuh.

Alasan makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena bakteri yang bisa berkembang dan mengganggu kesehatan tubuh. Biasakan menyimpan makanan pada suhu tepat untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan. (Win)

Baca juga: Tepung Sagu Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap yang Mudah Dipahami