Konten dari Pengguna

Apa Itu Emo? Ini Jawaban Lengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Emo, Foto:Unsplash/Mariia Berezovsky
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Emo, Foto:Unsplash/Mariia Berezovsky

Apa itu emo menjadi salah satu pertanyaan yang muncul ketika istilah ini ada dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.

Kata tersebut terdengar singkat, tetapi penggunaannya dapat merujuk pada gaya, ekspresi diri, hingga karakter tertentu yang cukup dikenal dalam budaya populer.

Tidak sedikit pula yang mengenalnya dari penampilan khas atau musik yang identik dengan nuansa emosional.

Apa Itu Emo yang Menjadi Bagian dari Musik?

Ilustrasi Apa Itu Emo, Foto:Unsplash/Adem AY

Apa itu emo menjadi pertanyaan yang muncul ketika istilah tersebut semakin sering digunakan untuk menggambarkan musik, gaya berpakaian, maupun karakter tertentu dalam budaya populer.

Dikutip dari laman today.com, istilah ini sebenarnya telah dikenal sejak era 1980-an dan mengalami berbagai perubahan dalam penggunaannya.

Pada awal kemunculannya, emo berkaitan erat dengan perkembangan musik punk di Washington D.C. Namun, seiring waktu, istilah tersebut meluas dan memiliki makna yang lebih beragam.

Perubahan inilah yang kemudian membuat emo tidak mudah dipahami hanya dari satu sudut pandang.

Emo pertama kali berkembang melalui musik yang dibawakan oleh sejumlah band dari skena punk Washington D.C. pada pertengahan 1980-an. Dua nama yang banyak dikaitkan dengan perkembangan awalnya adalah Embrace dan Rites of Spring.

Berbeda dari musik hardcore yang cenderung menonjolkan gitar keras dan mosh pit, kedua band tersebut menghadirkan musik yang lebih kompleks dengan lirik yang penuh kegelisahan dan bersifat introspektif.

Asal-usul nama emo memiliki beberapa versi. Salah satu cerita menyebutkan bahwa istilah “emocore” diteriakkan oleh seorang penonton sebagai bentuk hinaan terhadap Embrace.

Ada pula yang menyebut Ian MacKaye menggunakan istilah tersebut terlebih dahulu dengan maksud mengejek diri sendiri.

Sementara itu, sebagian pihak mengaitkan istilah tersebut dengan Rites of Spring. Dengan demikian, siapa yang pertama kali menggunakan kata emo tidak sepenuhnya jelas.

Perkembangan berikutnya terjadi pada 1987 ketika Ian MacKaye dan Guy Picciotto membentuk Fugazi. Band tersebut kemudian memberikan pengaruh terhadap gelombang berikutnya dalam perkembangan emo.

Memasuki pertengahan 1990-an, Sunny Day Real Estate dari Seattle turut membawa pengaruh tersebut dengan memadukan permainan gitar yang kuat, orkestrasi kompleks, dan unsur grunge.

Pada masa ini, emo mulai memiliki beberapa pengertian. Emocore tetap dikaitkan dengan musik yang padat, keras, dan memiliki struktur lagu yang tidak biasa.

Sementara itu, indie emo berkembang dengan karakter yang lebih mudah diterima, seperti musik dari Weezer, Jimmy Eat World, Promise Ring, dan The Get Up Kids.

Seiring musik tersebut memperoleh perhatian radio dan MTV, emo pun semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Selain musik, emo kemudian berkembang sebagai gaya fashion. Rambut yang dicat dan dibuat berantakan, celana ketat, serta penggunaan riasan menjadi beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan gaya tersebut.

Dalam perkembangannya, istilah emo juga kerap digunakan untuk menggambarkan kesedihan atau perasaan menjadi orang yang berbeda.

Karena mengalami perubahan dari waktu ke waktu, emo akhirnya memiliki penggunaan yang beragam. Istilah tersebut dapat merujuk pada musik, gaya berpakaian, maupun bagian dari subkultur yang berkembang di tengah budaya populer. (KIKI)

Baca juga: Clipper adalah Apa? Simak Pengertiannya di Sini