Apa Surat yang Diturunkan Sebelum Surat Ad Dhuha? Ini Penjelasan Selengkapnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Ad Dhuha diturunkan setelah surat? Menjadi salah satu hal yang perlu diketahui dalam mempelajari sejarah turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.
Setiap surat memiliki latar belakang dan urutan tersendiri yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw. Informasi tersebut dapat menambah wawasan mengenai proses turunnya wahyu serta sejarah perkembangan ajaran Islam.
Surat Ad Dhuha Diturunkan Setelah Surah Al-Fajar dan Al-Insyirah
Dikutip dari laman quran.com, Surat Ad Dhuha diturunkan setelah Surat Al-Fajr dan sebelum Surat Al-Insyirah berdasarkan urutan turunnya wahyu. Surat Ad Dhuha menempati urutan ke-11 dalam kronologi pewahyuan Al-Qur’an, sedangkan Surat Al-Fajr berada pada urutan ke-10. Keduanya termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Mekah.
Surat Ad Dhuha terdiri dari 11 ayat. Namanya merujuk pada waktu duha atau cahaya pagi, sebagaimana disebutkan dalam ayat pembukaannya. Secara umum, surat ini berisi penghiburan dan peneguhan hati Nabi Muhammad saw. ketika wahyu sempat terhenti untuk sementara waktu.
Melalui surat ini, Allah Swt. menegaskan bahwa Dia tidak meninggalkan ataupun membenci Nabi Muhammad saw. Allah juga menjanjikan kehidupan akhirat yang lebih baik bagi beliau serta mengingatkan berbagai nikmat yang telah diberikan. Pada bagian akhir, terdapat perintah untuk memuliakan anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta pertolongan, dan menyampaikan nikmat Allah sebagai bentuk rasa syukur.
Mengenal Surat Al-Fajr
Surat Al-Fajr merupakan surat ke-89 dalam susunan mushaf Al-Qur’an dan menempati urutan ke-10 berdasarkan kronologi turunnya wahyu menurut sumber rujukan. Surat ini termasuk golongan Makkiyah dan dikenal dengan nama Al-Fajr, yang berarti fajar. Nama tersebut diambil dari ayat pertama yang diawali dengan sumpah Allah atas waktu fajar.
Surat Al-Fajr membahas kepastian hari kebangkitan dan pengadilan di akhirat. Salah satu pesan utamanya adalah membantah anggapan bahwa kekayaan merupakan tanda kemuliaan dari Allah, sedangkan kemiskinan menjadi tanda kehinaan. Surat ini juga mengingatkan manusia melalui kisah kehancuran kaum terdahulu, seperti kaum Ad, Samud, dan Firaun, akibat kesombongan dan tindakan melampaui batas.
Selain itu, Surat Al-Fajr menyoroti perilaku manusia yang mengabaikan anak yatim, tidak mendorong pemberian makan kepada orang miskin, serta terlalu mencintai harta. Pada bagian penutup, surat ini menggambarkan balasan bagi jiwa yang tenang, yaitu seruan untuk kembali kepada Allah dalam keadaan rida dan diridai, kemudian masuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya dan memperoleh surga.
Itulah penjelasan megenai Surat Ad Dhuha yang diturunkan setelah Surat Al-Fajr dan sebelum Surat Al-Insyirah. Kedua surat tersebut memiliki pesan yang harus dipahami, mulai dari keteguhan iman dan rasa syukur hingga kepedulian terhadap sesama serta keyakinan terhadap kehidupan akhirat. (Idaf)
Baca juga: Hukum Bacaan Surat Yunus Ayat 40-41 yang Perlu Diketahui