Apakah Pelangi Benar-Benar Memiliki Tujuh Warna? Simak Fakta Menariknya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah terlintas pertanyaan apakah pelangi benar-benar memiliki tujuh warna seperti yang sering diajarkan sejak sekolah? Fenomena warna-warni yang menghiasi langit setelah hujan ini sudah begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Susunan warna yang terlihat pada pelangi pun kerap disebut dengan urutan tertentu dan menjadi pengetahuan umum. Namun, di balik tampilan tersebut, terdapat fakta menarik tentang warna-warna yang membentuk pelangi.
Apakah Pelangi Benar-Benar Memiliki Tujuh Warna yang Menghiasi Langit?
Apakah pelangi benar-benar memiliki tujuh warna dapat dijawab dengan memahami sifat cahaya. Berdasarkan penjelasan weather.metoffice.gov.uk, secara umum, pelangi memang digambarkan memiliki tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Susunan tersebut dikenal dengan istilah ROYGBIV dan sering digunakan untuk mempermudah pemahaman mengenai spektrum cahaya. Namun, secara ilmiah, warna pada pelangi tidak memiliki batas yang benar-benar tegas.
Pelangi merupakan spektrum cahaya tampak yang terdiri atas berbagai panjang gelombang secara berkesinambungan. Artinya, terdapat banyak gradasi warna di antara warna yang selama ini disebutkan.
Pelangi terbentuk melalui interaksi cahaya Matahari dengan tetesan air yang berada di atmosfer. Ketika sinar Matahari memasuki tetesan air, cahaya mengalami pembiasan sehingga arah pergerakannya berubah.
Di dalam tetesan air, sebagian cahaya kemudian dipantulkan pada bagian dalam. Setelah keluar dari tetesan tersebut, cahaya kembali mengalami pembiasan.
Proses ini menyebabkan cahaya putih terurai menjadi berbagai warna penyusunnya. Penguraian cahaya putih menjadi berbagai warna disebut sebagai dispersi cahaya.
Agar pelangi dapat terlihat, posisi Matahari umumnya berada di belakang pengamat, sedangkan tetesan air berada di depan. Kondisi tersebut dapat terjadi setelah hujan atau ketika terdapat kabut air yang cukup banyak di udara.
Pembagian menjadi tujuh warna pelangi sebenarnya merupakan penyederhanaan. Cahaya tampak memiliki rentang panjang gelombang yang luas dan berkelanjutan sehingga warna pada pelangi tidak terpisah menjadi tujuh bagian secara mutlak.
Warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang dalam spektrum cahaya tampak, sedangkan ungu memiliki panjang gelombang paling pendek. Di antara kedua warna tersebut terdapat berbagai perpaduan warna yang secara bertahap berubah dari satu warna ke warna lainnya.
Pembagian pelangi menjadi tujuh warna juga berkaitan dengan Isaac Newton. Newton mempopulerkan pembagian spektrum cahaya menjadi tujuh warna. Penyebutan tersebut kemudian banyak digunakan dalam pendidikan dan menjadi gambaran umum tentang susunan warna pelangi.
Apakah pelangi benar-benar memiliki tujuh warna? Secara umum, tujuh warna memang digunakan untuk menggambarkan pelangi, tetapi secara ilmiah spektrumnya jauh lebih luas dan berkesinambungan.
Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu merupakan pembagian yang memudahkan manusia mengenali spektrum warna, bukan batas mutlak jumlah warna yang terdapat dalam pelangi. (Rahma)
Baca juga: Bagaimana Pelangi Menghasilkan Banyak Warna? Ini Proses Alamnya