Bagaimana Cumi-cumi Menyemprotkan Tinta? Cari Tahu Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cumi-cumi menyemprotkan tinta? Topik ini sering kali muncul ketika melihat cumi-cumi mengeluarkan tinta saat berada dalam kondisi terancam.
Tinta yang dikeluarkan cumi-cumi juga menjadi salah satu ciri khas hewan laut ini. Namun, bagaimana sebenarnya proses cumi-cumi menyemprotkan tinta tersebut?
Bagaimana Cumi-cumi Menyemprotkan Tinta Saat Kondisi Terancam?
Bagaimana cumi-cumi menyemprotkan tinta? Dikutip dari laman horniman.ac.uk, cumi-cumi memiliki organ khusus yang disebut kantung tinta untuk menyimpan tinta di dalam tubuhnya.
Ketika merasa terancam, cumi-cumi dapat mengeluarkan tinta tersebut melalui saluran yang terhubung dengan bagian tubuhnya. Tinta kemudian bercampur dengan lendir sebelum dilepaskan ke dalam air.
Proses penyemprotan tinta dilakukan dengan mendorong campuran tinta dan lendir keluar melalui saluran tubuh menggunakan tekanan air. Dalam waktu singkat, tinta akan menyebar di sekitar cumi-cumi dan membentuk awan gelap di dalam air. Setelah tinta dilepaskan, cumi-cumi dapat segera bergerak menjauh menggunakan sistem dorongan air untuk menghindari predator.
Tinta yang dikeluarkan umumnya berwarna hitam karena mengandung melanin, yaitu pigmen yang juga berperan dalam memberikan warna pada kulit dan bagian tubuh makhluk hidup. Selain berwarna hitam, tinta cumi-cumi pada beberapa spesies dapat terlihat kecokelatan, kemerahan, atau biru tua.
Mengapa cumi-cumi harus menyemprotkan tinta ketika menghadapi predator? Tinta tersebut bukan sekadar membuat air menjadi gelap, tetapi menjadi salah satu mekanisme pertahanan yang membantu cumi-cumi menghindari ancaman.
Fakta Menarik Lain tentang Cumi-Cumi
Cumi-cumi merupakan hewan predator yang umumnya memakan ikan dan berbagai jenis krustasea, seperti udang dan kepiting. Cumi-cumi juga dapat memangsa sesamanya, terutama ketika berada dalam kondisi tertentu, misalnya saat terjebak dalam jaring penangkapan ikan.
Untuk menangkap dan memakan mangsa, cumi-cumi memiliki paruh keras yang bentuknya menyerupai paruh burung beo. Paruh tersebut digunakan untuk menggigit dan memotong mangsa menjadi bagian yang lebih mudah dimakan.
Tentakel menjadi salah satu bagian tubuh penting bagi cumi-cumi karena digunakan untuk menangkap mangsa. Cumi-cumi memiliki dua tentakel yang berada di dekat mulut dan berfungsi untuk meraih serta menarik mangsa.
Sementara itu, tentakel lainnya dilengkapi dengan alat pengisap yang membantu mencengkeram dan menahan mangsa agar tidak mudah melarikan diri. Setelah mangsa berhasil diamankan, cumi-cumi kemudian menggunakan paruhnya untuk memotong dan memakannya.
Cumi-cumi memiliki cangkang internal yang berfungsi memberikan struktur dan menopang tubuhnya. Untuk bergerak di dalam air, cumi-cumi menggunakan mekanisme yang dikenal sebagai propulsi jet.
Cumi-cumi akan menarik air ke dalam rongga tubuhnya, kemudian mendorong air tersebut keluar dengan kuat melalui sebuah saluran. Dorongan air yang keluar membuat tubuh cumi-cumi bergerak di dalam air.
Mekanisme ini memungkinkan cumi-cumi bergerak dengan cukup cepat. Kemampuan tersebut sangat berguna ketika mengejar mangsa maupun melarikan diri dari predator.
Itulah ulasan mengenai bagaimana cumi-cumi menyemprotkan tinta beserta fakta menariknya yang perlu diketahui. Meskipun memiliki kemampuan unik untuk melindungi diri, cumi-cumi tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem laut sehingga kelestariannya perlu dijaga agar tidak sampai punah. (Idaf)
Baca juga: Mengapa Gajah Memiliki Telinga Besar? Ini Fungsinya