Bagaimana Gempa Bumi Terjadi? Ini Proses dan Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana gempa bumi terjadi? Gempa bumi menjadi salah satu fenomena alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan guncangan di permukaan bumi.
Peristiwa ini sering membuat masyarakat panik karena kekuatannya dapat menyebabkan berbagai kerusakan, terutama ketika terjadi di wilayah yang padat penduduk.
Gempa juga menjadi fenomena yang cukup sering terjadi di Indonesia karena letaknya berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik. Untuk memahami fenomena tersebut, penting mengetahui bagaimana gempa terbentuk dan apa saja yang menjadi penyebabnya.
Sebagai Salah Satu Fenomena Alam, Bagaimana Gempa Bumi Terjadi?
Bagaimana gempa bumi terjadi? dikutip dari laman bpbd.bandaacehkota.go.id, gempa bumi terjadi karena adanya pelepasan energi dari dalam bumi yang menimbulkan getaran pada permukaan.
Salah satu penyebab paling umum adalah pergerakan lempeng tektonik. Lempeng bumi terus bergerak dan dapat saling bertumbukan, menjauh, atau bergeser. Pergerakan tersebut dapat memberikan tekanan pada batuan di sekitarnya.
Ketika tekanan yang terkumpul sudah sangat besar dan batuan tidak lagi mampu menahannya, terjadi patahan atau pergeseran secara tiba-tiba.
Energi yang tersimpan kemudian dilepaskan dan merambat dari titik sumber gempa dalam bentuk gelombang seismik. Gelombang inilah yang menyebabkan permukaan bumi mengalami guncangan.
Titik di dalam bumi tempat energi gempa pertama kali dilepaskan disebut hiposentrum. Sementara itu, titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Semakin kuat energi yang dilepaskan, semakin besar pula guncangan yang dapat dirasakan di sekitar wilayah tersebut.
Gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Berdasarkan penjelasan bpbd.bandaacehkota.go.id, gempa juga dapat terjadi karena aktivitas gunung berapi.
Pergerakan magma di dalam gunung dapat menimbulkan tekanan dan getaran yang kemudian menyebabkan gempa vulkanik.
Selain itu, terdapat gempa akibat runtuhan atau longsoran batuan. Gempa jenis ini biasanya terjadi karena adanya material atau struktur batuan yang runtuh di bawah maupun permukaan tanah. Aktivitas manusia tertentu juga dapat memicu gempa, meskipun tidak menjadi penyebab utama.
Dampak gempa bergantung pada kekuatan dan lokasi terjadinya. Guncangan yang kuat dapat merusak bangunan, menyebabkan tanah longsor, memutus jalan, hingga menimbulkan korban jiwa.
Gempa yang terjadi di dasar laut juga berpotensi memicu tsunami apabila menyebabkan perubahan atau perpindahan dasar laut dalam jumlah besar.
Bagaimana gempa bumi terjadi pada dasarnya ketika energi dari dalam bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Pergerakan lempeng tektonik menjadi salah satu penyebab utamanya, sementara aktivitas gunung api, runtuhan, dan aktivitas tertentu manusia juga dapat memicu gempa. (Yolan)
Baca juga: Bagaimana Lempeng Tektonik Mempengaruhi Kehidupan di Bumi? Ini Penjelasannya