Bagaimana Kapal Bisa Mengapung? Simak Jawabannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana kapal bisa mengapung? Kapal memiliki ukuran dan bobot yang sangat beragam, mulai dari perahu kecil hingga kapal besar yang mampu membawa muatan dalam jumlah banyak.
Saat berada di tengah laut, kapal tetap dapat berada di atas permukaan air dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Kondisi tersebut tidak terlepas dari rancangan kapal yang dibuat dengan berbagai pertimbangan agar dapat digunakan dengan aman di atas air.
Bagaimana Kapal Bisa Mengapung di Lautan LLuas?
Bagaimana kapal bisa mengapung? Melihat penjelasan yang diunggah Instagram @djplkemenhub151, kapal dapat mengapung di laut berdasarkan prinsip Archimedes.
Prinsip ini menjelaskan bahwa benda yang dicelupkan ke dalam fluida, termasuk air, akan mendapatkan gaya apung ke arah atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Kapal dapat dibuat dari material yang berat, seperti baja, tetapi tidak berbentuk padat sepenuhnya. Bagian dalam lambung kapal memiliki ruang kosong yang membuat volume keseluruhan kapal menjadi besar.
Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat dipindahkan oleh kapal ketika berada di dalam air. Karena itu, kemampuan kapal untuk mengapung tidak hanya ditentukan oleh jenis material yang digunakan.
Ketika lambung kapal masuk ke dalam air, sebagian air terdorong dan berpindah dari tempatnya. Air yang dipindahkan tersebut menghasilkan gaya apung yang bekerja ke arah atas.
Kapal dapat mengapung ketika gaya apung tersebut mampu menahan berat kapal secara keseluruhan, termasuk muatan yang berada di dalamnya.
Bentuk lambung menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kapal dirancang dengan volume lambung yang besar sehingga mampu memindahkan air dalam jumlah yang cukup.
Semakin banyak air yang dipindahkan, semakin besar pula gaya apung yang diperoleh. Dengan perhitungan yang tepat, gaya apung dapat menyeimbangkan berat kapal sehingga kapal tetap berada di permukaan air.
Kapal besar tidak tenggelam meskipun menggunakan baja karena bentuk keseluruhannya berbeda dari benda baja padat. Lambung kapal memiliki ruang kosong dengan volume yang besar.
Distribusi massa dan bentuk tersebut membuat berat rata-rata kapal terhadap volumenya memungkinkan kapal memperoleh gaya apung yang cukup dari air. Selain kemampuan mengapung, desain kapal juga memperhatikan kestabilan.
Lambung yang lebar dan memiliki bentuk tertentu membantu mendistribusikan berat kapal secara lebih merata. Perhitungan ini diperlukan agar kapal tidak mudah tenggelam atau terbalik ketika berada di atas air.
Bagaimana kapal bisa mengapung? Kapal dapat tetap berada di permukaan air laut karena adanya gaya apung berdasarkan prinsip Archimedes.
Lambung dengan volume besar memungkinkan kapal memindahkan air dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan gaya yang menahan berat kapal dan muatannya.
Perpaduan antara prinsip fisika, bentuk lambung, distribusi massa, serta perhitungan material membuat kapal besar dapat mengapung dan tetap stabil di atas air. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Kunang-kunang Bisa Menyala? Kenali Struktur Tubuh Uniknya di Sini