Benarkah Suara Hujan Bisa Membuat Orang Mengantuk? Simak Faktanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benarkah suara hujan bisa membuat orang mengantuk? Hujan kerap menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan hari biasa.
Rintik air yang terdengar dari luar rumah, langit yang mendung, dan suasana sekitar yang lebih tenang membuat aktivitas di dalam rumah terasa semakin nyaman.
Kondisi seperti ini sering membuat waktu bersantai terasa lebih menyenangkan, terutama ketika berada di tempat yang nyaman untuk beristirahat.
Benarkah Suara Hujan Bisa Membuat Orang Mengantuk Ingin Tidur Lelap?
Benarkah suara hujan bisa membuat orang mengantuk? Berdasarkan artikel yang diunggah naturepedic.com, ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan munculnya rasa kantuk saat hujan.
Suara rintik air, kondisi langit yang lebih gelap, dan kelembapan udara merupakan beberapa hal yang dapat membuat tubuh terasa lebih rileks dan kurang berenergi. Hujan juga dapat membuat aktivitas terasa lebih santai.
Suara air yang berulang dari atap atau jendela dapat menjadi latar suara yang menenangkan, sementara cahaya matahari yang berkurang membuat suasana ruangan terasa lebih redup. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tubuh dan pikiran hingga muncul keinginan untuk tidur.
Rintik hujan memiliki pola suara yang berulang dan relatif stabil. Karakter suara seperti ini sering dikaitkan dengan pink noise, yaitu suara dengan distribusi frekuensi tertentu yang terdengar lebih lembut dibandingkan suara yang lebih tajam.
Karakter suara yang konsisten dapat membantu menutupi suara lain dari lingkungan sekitar. Akibatnya, suasana terasa lebih tenang dan tubuh lebih mudah berada dalam kondisi rileks.
Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membuat suara hujan terasa seperti suara latar alami yang membantu menciptakan suasana nyaman sebelum tidur.
Hujan umumnya disertai awan tebal yang mengurangi intensitas cahaya matahari. Kondisi yang lebih gelap dapat mempengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Ketika paparan cahaya berkurang, tubuh cenderung meningkatkan produksi melatonin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa kantuk dan pengaturan waktu tidur. Berkurangnya cahaya juga dapat membuat tubuh menerima lebih sedikit rangsangan untuk tetap aktif.
Paparan cahaya matahari juga berkaitan dengan serotonin yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Ketika cuaca mendung membuat paparan cahaya berkurang, sebagian orang dapat merasa lebih lesu, kurang bersemangat, dan akhirnya lebih mudah mengantuk.
Kondisi hujan dapat meningkatkan kelembapan udara. Udara dengan kelembapan tinggi membuat proses penguapan keringat dari permukaan kulit menjadi kurang efektif.
Tubuh menggunakan penguapan keringat sebagai salah satu cara untuk melepaskan panas. Ketika proses tersebut kurang optimal, tubuh perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu yang nyaman. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lebih berat dan kurang berenergi.
Rasa kantuk saat hujan tidak selalu berasal dari suara hujan saja. Suara rintik air yang menenangkan, berkurangnya cahaya matahari, serta perubahan kelembapan udara dapat terjadi secara bersamaan dan membuat tubuh terasa lebih rileks.
Benarkah suara hujan bisa membuat orang mengantuk? Bagi sebagian orang, kombinasi berbagai kondisi tersebut memang dapat membuat rasa kantuk lebih mudah muncul. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Petir Terlihat Sebelum Suara Guntur? Ini Jawabannya