Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh algoritma percabangan dalam kehidupan sehari hari dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas, mulai dari lingkungan rumah, sekolah, hingga kegiatan berbelanja. Tanpa disadari, seseorang sering mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
Misalnya, menentukan apakah seseorang boleh mengikuti ujian, memilih pakaian sesuai cuaca, atau memutuskan membawa payung ketika langit mendung.
Proses pengambilan keputusan tersebut memiliki pola yang mirip dengan cara kerja komputer dalam menentukan tindakan berdasarkan suatu syarat. Pemahaman tentang pola ini membantu mengenali penerapan logika algoritma dalam aktivitas sehari-hari.
Contoh Algoritma Percabangan dalam Kehidupan Sehari-hari dalam Berbagai Aktivitas
Contoh algoritma percabangan dalam kehidupan sehari hari dapat dipahami dengan mengenal pengertiannya terlebih dahulu.
Mengutip dari buku ajar Logika Algoritma & Desain Pemrograman Berbasis C-CHIL (Critical Creative Hybrid Independent Learning), Algoritma percabangan adalah susunan langkah-langkah logis yang memungkinkan suatu proses memilih tindakan berdasarkan kondisi atau syarat tertentu.
Jika kondisi terpenuhi, proses menjalankan satu tindakan. Sebaliknya, jika kondisi tidak terpenuhi, proses dapat menjalankan tindakan lain. Dalam pemrograman, struktur ini umumnya menggunakan perintah if, if-else, atau if-else if untuk mengatur keputusan sesuai kondisi yang diperiksa.
Berikut beberapa contoh penerapan algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan kelulusan siswa. Sekolah dapat menggunakan nilai ujian sebagai syarat untuk menentukan kelulusan. Jika nilai siswa mencapai batas minimal 75, siswa dinyatakan lulus. Jika nilainya kurang dari 75, siswa dinyatakan belum lulus. Dalam algoritma, kondisi yang diperiksa adalah apakah nilai lebih besar dari atau sama dengan 75.
Memeriksa cuaca sebelum bepergian. Seseorang dapat menentukan perlu atau tidaknya membawa payung berdasarkan kondisi cuaca. Jika hujan, payung perlu dibawa. Jika tidak hujan, payung mungkin tidak diperlukan. Keputusan tersebut didasarkan pada kondisi yang telah ditentukan.
Menentukan diskon belanja. Sebuah toko memberikan diskon kepada pelanggan yang membeli barang dengan total transaksi minimal Rp200.000. Jika total belanja mencapai batas tersebut, pelanggan memperoleh diskon. Jika tidak, pelanggan membayar sesuai harga normal. Sistem kasir dapat memproses kondisi ini secara otomatis.
Menentukan bilangan ganjil atau genap. Ketika memasukkan angka ke dalam program, komputer dapat memeriksa sisa pembagian angka dengan dua. Jika sisanya nol, angka tersebut termasuk bilangan genap. Jika sisanya bukan nol, angka tersebut termasuk bilangan ganjil.
Menentukan usia untuk membuat kartu identitas. Dalam simulasi sederhana, program dapat memeriksa usia seseorang. Jika usia telah mencapai 17 tahun, program menampilkan keterangan memenuhi batas usia yang ditentukan. Jika belum, program menampilkan keterangan belum memenuhi batas tersebut.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa algoritma percabangan membantu menyusun keputusan secara sistematis.
Dengan menentukan kondisi, tindakan, dan hasil yang diharapkan, suatu permasalahan dapat diselesaikan melalui langkah-langkah yang lebih teratur.(Arif)
Baca juga: Cara Menentukan Salah Satu Faktor Persekutuan dari 45 dan 60