Hasil dari Dekarboksilasi Oksidatif yang Masuk Siklus Krebs
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasil dari dekarboksilasi oksidatif yang masuk siklus krebs adalah bagian penting dalam proses respirasi sel yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup.
Proses ini berkaitan dengan tahapan penguraian zat makanan untuk memperoleh energi yang dibutuhkan oleh sel.
Dalam prosesnya, terdapat serangkaian reaksi kimia yang saling berhubungan dan berlangsung secara bertahap sehingga energi dari glukosa dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aktivitas tubuh.
Hasil dari Dekarboksilasi Oksidatif yang Masuk Siklus Krebs untuk Menghasilkan Energi
Hasil dari dekarboksilasi oksidatif yang masuk siklus krebs adalah molekul 2 asetil-KoA dan 2 molekul NADH yang dikutip dari Buku Biologi oleh Ahmad Anil Dawam,S.Pd (2018).
Kedua hasil tersebut berasal dari pemecahan dua molekul piruvat yang terbentuk melalui proses glikolisis.
Tahap ini menjadi penghubung antara glikolisis dan siklus krebs dalam respirasi sel, yaitu proses yang dilakukan tubuh untuk memperoleh energi dari glukosa.
Dekarboksilasi oksidatif berlangsung di matriks mitokondria, pada tahap ini setiap molekul piruvat yang memiliki tiga atom karbon diubah menjadi asetil-KoA yang memiliki dua atom karbon.
Selama proses tersebut, satu atom karbon dilepaskan dalam bentuk karbon dioksida (CO₂), sedangkan NAD⁺ menerima elektron dan hidrogen sehingga berubah menjadi NADH.
Karena satu molekul glukosa menghasilkan dua molekul piruvat, proses ini menghasilkan dua molekul asetil-KoA, dua molekul NADH, dan dua molekul CO₂.
Asetil-KoA yang terbentuk kemudian memasuki siklus krebs dengan bergabung bersama oksaloasetat untuk membentuk sitrat.
Melalui serangkaian reaksi kimia, sitrat mengalami perubahan hingga menghasilkan kembali oksaloasetat yang dapat digunakan pada putaran berikutnya.
Selama proses ini, energi dari asetil-KoA ditangkap dalam bentuk NADH, FADH₂, dan ATP atau GTP, serta karbon dilepaskan sebagai CO₂.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa siklus krebs berperan penting dalam menghasilkan pembawa elektron yang dibutuhkan untuk tahap selanjutnya.
NADH yang dihasilkan dari dekarboksilasi oksidatif tidak langsung menghasilkan ATP dalam jumlah besar. Molekul ini membawa elektron berenergi tinggi menuju rantai transpor elektron yang berada di membran dalam mitokondria.
Perpindahan elektron tersebut membantu membentuk gradien proton yang kemudian digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP. Energi yang tersimpan dalam NADH dapat dimanfaatkan oleh sel untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Hasil dari dekarboksilasi oksidatif dan siklus krebs saling berkaitan dalam proses respirasi sel. Asetil-KoA menjadi bahan awal untuk menjalankan siklus krebs, sedangkan NADH membantu menyalurkan energi ke rantai transpor elektron.
Kerja sama kedua tahap tersebut memungkinkan tubuh mengubah energi dari zat makanan menjadi ATP yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan, pergerakan, dan fungsi sel sehari-hari. (shr)
Baca juga: Zat yang Memiliki Sifat Bentuk dan Volumenya Tetap