Konten dari Pengguna

Kelipatan Persekutuan dari 6 dan 9 dalam Matematika

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ILustrasi Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 . Foto: Unsplash/Unseen Studio
zoom-in-whitePerbesar
ILustrasi Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 . Foto: Unsplash/Unseen Studio

Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah salah satu materi dasar dalam pelajaran matematika yang berkaitan dengan bilangan dan operasi hitung.

Materi ini biasanya dipelajari melalui buku pelajaran matematika di sekolah dasar untuk membantu siswa memahami hubungan antara dua bilangan atau lebih.

Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak mengenali pola bilangan, menghitung kelipatan, serta menemukan bilangan yang sama dari beberapa deret kelipatan. Pemahaman materi ini juga menjadi bekal untuk mempelajari konsep matematika lainnya, termasuk kelipatan persekutuan terkecil.

Mencari Bilangan Kelipatan Persekutuan dari 6 dan 9

ILustrasi Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 . Foto: Unsplash/Carter Hightower

Kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah 18, 36, 54, 72, 90, 108, dan seterusnya. Bilangan-bilangan tersebut disebut kelipatan persekutuan karena muncul dalam deret kelipatan 6 maupun deret kelipatan 9.

Untuk menemukan jawabannya, cara yang dapat digunakan adalah menuliskan kelipatan dari masing-masing bilangan, kemudian mencari angka yang sama pada kedua deret tersebut.

Mengutip buku Matematika untuk SD/MI Kelas V karya Meita Fitrianawati, Ika Surtiani, dan Afit Istiandaru, materi kelipatan persekutuan berkaitan dengan pembahasan KPK dan FPB. Konsep ini membantu siswa memahami cara menemukan bilangan yang menjadi kelipatan bersama dari dua bilangan atau lebih.

Kelipatan 6 diperoleh dengan mengalikan angka 6 dengan bilangan bulat positif, seperti 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Dengan demikian, kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, dan seterusnya.

Sementara itu, kelipatan 9 diperoleh dengan mengalikan angka 9 dengan bilangan bulat positif. Hasilnya adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, dan seterusnya.

Setelah kedua deret bilangan tersebut dituliskan, langkah berikutnya adalah mencari angka yang muncul pada kedua deret. Dari daftar kelipatan 6 dan 9, ditemukan bilangan yang sama, yaitu 18, 36, 54, 72, 90, 108, dan seterusnya. Bilangan-bilangan tersebut merupakan kelipatan persekutuan dari 6 dan 9.

Jadi, kelipatan persekutuan dari 6 dan 9 adalah 18, 36, 54, 72, 90, 108, dan seterusnya. Deret tersebut tidak memiliki batas akhir karena kelipatan kedua bilangan terus bertambah.

Dalam buku pelajaran matematika, materi ini juga berkaitan dengan konsep kelipatan persekutuan terkecil (KPK). KPK adalah bilangan positif terkecil yang dapat dibagi habis oleh kedua bilangan yang dicari. Berdasarkan daftar kelipatan tadi, bilangan pertama yang sama adalah 18. Oleh karena itu, KPK dari 6 dan 9 adalah 18.

Cara lain untuk menentukan KPK adalah menggunakan faktorisasi prima. Bilangan 6 dapat diuraikan menjadi 2 x 3, sedangkan bilangan 9 dapat diuraikan menjadi 3 x 3 atau 3^2. Dengan mengambil faktor prima berpangkat tertinggi, diperoleh 2 x 3^2 = 18. Hasil tersebut sama dengan cara menuliskan deret kelipatan.

Dengan memahami cara mencari kelipatan persekutuan, siswa dapat menentukan bilangan yang sama dari dua deret kelipatan dengan mudah. Untuk bilangan 6 dan 9, kelipatan persekutuannya dimulai dari 18, sedangkan KPK-nya adalah 18.(Yolan)

Baca juga: Cara Menghitung KPK dan FPB dalam Mapel Matematika