Kenapa Handuk Lama-Lama Menjadi Kasar? Begini Prosesnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa handuk lama-lama menjadi kasar? Handuk yang baru digunakan biasanya memiliki permukaan lembut dan terasa nyaman ketika menyentuh kulit. Namun, setelah melewati pemakaian dan pencucian berulang, teksturnya dapat berubah secara perlahan.
Permukaan yang semula terasa halus bisa menjadi lebih kaku dan kurang nyaman digunakan. Perubahan tersebut membuat kondisi handuk lama terlihat berbeda dibandingkan ketika pertama kali dibeli.
Menariknya, perubahan tekstur ini tidak berlangsung dalam satu kali pencucian, melainkan terjadi secara bertahap seiring penggunaan sehari-hari. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada handuk hingga teksturnya berubah?
Kenapa Handuk Lama-Lama Menjadi Kasar Saat Menyentuh Kulit?
Dikutip dari laman www.livingt.pk, handuk umumnya dibuat dari kain terry katun yang memiliki banyak lingkaran serat kecil. Struktur tersebut membuat handuk mampu menyerap air sekaligus memberikan rasa lembut.
Namun, serat-serat ini terus mengalami gesekan ketika handuk digunakan, dicuci, dan dikeringkan. Gesekan yang terjadi berulang kali dapat membuat struktur serat perlahan berubah sehingga permukaan handuk terasa lebih kaku.
Salah satu faktor yang dapat mempercepat perubahan tersebut adalah penumpukan sisa deterjen. Menggunakan deterjen terlalu banyak dapat menyebabkan sebagian residu tertinggal di antara serat kain.
Karena handuk memiliki struktur yang cukup tebal dan banyak lingkaran serat, residu lebih mudah tertahan apabila pembilasan tidak berlangsung dengan baik. Lama-kelamaan, penumpukan tersebut dapat membuat serat terasa lebih kaku dan mengurangi kelembutannya.
Selain deterjen, mineral yang terdapat dalam air juga dapat memengaruhi kondisi handuk. Air dengan kandungan kalsium dan magnesium yang tinggi dapat meninggalkan endapan pada serat kain setelah proses pencucian.
Jika terjadi berulang kali, endapan mineral tersebut dapat membuat serat menjadi kurang lentur sehingga permukaan handuk terasa kasar.
Pelembut pakaian juga perlu digunakan secara bijak. Produk tersebut bekerja dengan melapisi serat kain sehingga memberikan sensasi lebih halus.
Namun, penggunaan berlebihan dapat meninggalkan lapisan pada serat dan memengaruhi kemampuan handuk dalam menyerap air. Penumpukan lapisan dari waktu ke waktu juga dapat membuat handuk terasa berbeda dari kondisi awalnya.
Cara mengeringkan handuk turut berpengaruh. Panas yang terlalu tinggi dan dilakukan berulang dapat memengaruhi kelenturan serat katun. Karena itu, pengeringan dengan suhu yang tidak berlebihan dapat membantu mempertahankan kondisi kain.
Kenapa handuk lama-lama menjadi kasar? Menjaga handuk tetap lembut bukan hanya soal memilih bahan yang berkualitas, tetapi juga berkaitan dengan cara mencuci dan mengeringkannya.
Penggunaan deterjen secukupnya, pembilasan yang baik, serta perawatan yang sesuai dapat membantu memperlambat perubahan tekstur sehingga handuk tetap nyaman digunakan.(Yolan)
Baca juga: Perbedaan Kereta Ekonomi dan Eksekutif yang Perlu Diketahui Sebelum Beli Tiket