Kenapa Keris Memiliki Jumlah Luk yang Berbeda-beda? Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa keris memiliki jumlah luk yang berbeda-beda? Keris dikenal sebagai salah satu warisan budaya Jawa yang memiliki bentuk sangat beragam. Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah keberadaan luk, yaitu lekukan pada bilah keris.
Ada keris yang dibuat lurus, tetapi ada pula yang memiliki jumlah lekukan berbeda-beda. Perbedaan tersebut bukan sekadar variasi bentuk untuk memperindah tampilan keris.
Dalam budaya Jawa, bentuk keris berkaitan dengan dhapur, yaitu penampilan fisik keris yang memiliki ciri dan identitas tersendiri. Karena itu, jumlah luk menjadi salah satu unsur yang membedakan jenis keris sekaligus berkaitan dengan makna yang melekat pada bentuknya.
Sebagai Warisan Budaya, Kenapa Keris Memiliki Jumlah Luk yang Berbeda-beda?
Kenapa keris memiliki jumlah luk yang berbeda-beda? dikutip dari laman resmi www.kratonjogja.id, keris pada dasarnya memiliki dua bentuk utama, yaitu keris lurus dan keris berlekuk atau keris luk.
Kedua bentuk tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai jenis berdasarkan ricikan, yakni bagian-bagian atau detail yang terdapat pada sebilah keris. Dengan demikian, perbedaan jumlah luk menjadi bagian dari karakter dhapur keris, bukan dibuat secara sembarangan.
Dalam sumber tersebut dijelaskan bahwa setiap dhapur memiliki identitas masing-masing. Salah satu contohnya adalah keris dhapur Cengkrong yang memiliki luk satu. Bentuk tersebut dimaknai sebagai harapan agar pemiliknya mempunyai sikap dan watak yang sederhana.
Sementara itu, dhapur Jangkung memiliki luk tiga yang mengandung makna agar seseorang tidak perlu merasa khawatir dalam menjalani kehidupan karena sudah ada yang menghidupi. Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan sikap semeleh dan sumarah, yaitu berserah diri kepada Tuhan.
Perbedaan jumlah luk juga menunjukkan bahwa keris tidak hanya dibuat dengan mempertimbangkan fungsi fisiknya. Proses pembentukan bilah dilakukan oleh empu dengan memperhatikan dhapur yang ingin diwujudkan.
Setelah bahan ditempa dan melalui berbagai proses pengolahan, bilah kemudian ditipiskan, dikikir, dan dipahat untuk membentuk tampilan keris sesuai rancangan. Bentuk akhir tersebut dapat berupa keris lurus maupun keris berlekuk dengan karakter tertentu.
Karena itu, jumlah luk pada keris tidak dapat dipahami hanya sebagai ukuran banyak atau sedikitnya lekukan. Setiap bentuk memiliki identitas dan dalam tradisi Jawa dapat memuat harapan atau nilai tertentu.
Hal tersebut memperlihatkan bagaimana keindahan bentuk keris berpadu dengan pemaknaan budaya. Keris sendiri oleh masyarakat Jawa disebut tosan aji, yang berarti besi yang memiliki nilai atau harga.
Kenapa keris memiliki jumlah luk yang berbeda-beda?
Pada perkembangannya, keris juga tidak lagi hanya dipandang sebagai senjata. Keris dapat menjadi perlengkapan busana, simbol status, pemberi kewibawaan, perlengkapan upacara adat, hingga pusaka keluarga.
Di lingkungan keraton, sejumlah keris bahkan memiliki kedudukan khusus dan menjadi bagian dari simbol kekuasaan serta garis keturunan.
Keris memiliki jumlah luk yang berbeda-beda karena setiap bentuk keris memiliki dhapur dan identitas tersendiri. Jumlah lekukan merupakan salah satu unsur pembentuk karakter keris dan pada jenis tertentu memiliki makna simbolis.(Yolan)
Baca juga: Kenapa Handuk Lama-Lama Menjadi Kasar? Begini Prosesnya