Konten dari Pengguna

Kenapa Koran Mudah Menguning? Ternyata Ada Proses di Balik Perubahannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kenapa koran mudah menguning. unsplash/Roman Kraft
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kenapa koran mudah menguning. unsplash/Roman Kraft

Kenapa koran mudah menguning menjadi hal yang menarik untuk dipahami, terutama karena perubahan warna tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.

Kondisi lingkungan, bahan penyusun kertas, hingga cara koran disimpan dapat berkaitan dengan perubahan yang terlihat pada permukaannya.

Tidak sedikit pula yang mengira bahwa warna kuning hanya muncul karena koran terkena debu atau terlalu lama disimpan.

Kenapa Koran Mudah Menguning Setelah Disimpan?

ilustrasi kenapa koran mudah menguning. unsplash/Toa Heftiba

Kenapa koran mudah menguning menjadi hal yang cukup menarik untuk diperhatikan, terutama ketika lembaran yang awalnya tampak terang perlahan berubah warna setelah disimpan dalam waktu tertentu.

Perubahan tersebut sering terlihat pada koran yang sudah lama, sehingga permukaannya tampak kekuningan dibandingkan dengan koran yang baru diterbitkan.

Kondisi ini bukan semata-mata disebabkan oleh debu atau kotoran yang menempel pada kertas. Ada kandungan di dalam serat kayu yang berperan dalam perubahan warna tersebut, terutama ketika kertas berinteraksi dengan udara dan cahaya.

Prosesnya berlangsung secara perlahan, sehingga perubahan warna biasanya tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Seiring berjalannya waktu, warna kekuningan menjadi semakin jelas dan membuat tampilan koran berbeda dari kondisi awalnya.

Dikutip dari laman science-howstuffworks-com, penyebab utama perubahan warna tersebut berkaitan dengan kandungan zat lignin yang terdapat di dalam serat kayu.

Lignin merupakan salah satu bagian dari serat kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas.

Ketika lignin masih terdapat dalam kertas, zat tersebut dapat bereaksi dengan oksigen dan cahaya. Reaksi inilah yang secara bertahap memengaruhi warna kertas sehingga koran yang telah lama disimpan dapat terlihat semakin kuning.

Oksigen di udara turut berperan dalam proses tersebut. Saat lignin berinteraksi dengan oksigen, terjadi reaksi yang menyebabkan perubahan pada senyawa di dalam serat kertas.

Proses ini tidak berlangsung secara mendadak, melainkan berjalan perlahan selama kertas berada dalam lingkungan yang memungkinkan terjadinya reaksi.

Karena itu, koran yang baru dicetak umumnya belum menunjukkan perubahan warna yang berarti, sedangkan koran lama dapat terlihat lebih kekuningan.

Selain oksigen, cahaya juga dapat memengaruhi lignin yang terdapat dalam serat kertas.

Paparan cahaya mendorong terjadinya reaksi pada lignin sehingga perubahan warna pada kertas dapat semakin terlihat. Koran yang berada di tempat yang sering terkena cahaya akan mengalami proses tersebut secara bertahap.

Semakin lama lignin berinteraksi dengan oksigen dan cahaya, perubahan warna pada kertas semakin mudah diamati.

Dengan demikian, warna kuning pada koran lama berkaitan dengan kandungan lignin di dalam serat kayu. Ketika lignin bereaksi dengan oksigen dan cahaya, warna kertas dapat berubah secara perlahan.

Proses tersebut membuat koran yang telah disimpan cukup lama memiliki tampilan kekuningan, sedangkan koran yang baru diterbitkan masih terlihat lebih terang.

Perubahan ini terjadi secara bertahap seiring berlangsungnya reaksi pada kandungan lignin di dalam serat kertas. (KIKI)

Baca juga: Kenapa Tiket Acara Memiliki Nomor? Ternyata Ini Fungsi dan Alasannya